Hibah Lahan Al-Markaz Al-Islami, Begini Tanggapan NA

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (Istimewa)

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Rencana hibah lahan Al-Markaz Al-Islami sampai saat ini terus bergulir, bahkan pada rapat paripurna yang membahas hibah lahan Al-Markaz seluas 72.229 meter persegi (m2), Rabu (26/12) lalu. DPRD Provinsi memberikan tiga rekomendasi ke Pemprov Sulsel. DPRD merekomendasikan pengembangan lahan tersebut dilakukan tanpa peralihan aset milik Pemprov ke yayasan.

NA mengatakan bahwa rekomendasi tersebut adalah pandangan Pemprov

Inline Ad

“Bukan batal itu kan baru memberikan pandangan ke kita. Tetapi bagi saya itu sudah terbangun Al-markas, dulu pendahulu kita Prof Amiruddin (mantan Gubernur) sudah memberikan. Cuman, tidak disertai dengan penyerahan hibah,” kata Nurdin Abdullah di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (27/12).

Baca Juga:  20 Persen LPPD Pemkot belum Rampung Jelang EKPPD

Ia pun berharap agar persoalan ini dilihat lebih bijak, karena berkaiat dengan kemaslahatan orang banyak.

“Kita lebih arif melihat bahwa itu adalah Islamic Center, yang dimulai dari membangun Al-markaz. Nah kita masih ada sisa lahan di situ, sebaiknya Yayasan Al Markas itu melanjutkan pembangunan itu,” sebutnya.

Untuk itu, NA akan melakukan komunikasi untuk membuka pemahaman ke DPRD agar kebijakan terkait aset ini tepat.

“Saya kira harus bicarakan bersama-sama, bahwa karena kalau itu tetap menjadi aset Pemprov, ada Al Markaz di dalam. terus dikomersilkan ada perkawinan, itu kan kasihan nanti jadi temuan juga, itu lebih susah lagi,” jelasnya.

Baca Juga:  Sulsel Canangkan Satgas Siaga Narkoba

Namun jika diserahkan ke yayasan maka persoalan akan terselesaikan.

“Tetapi kalau kita langsung hibahkan itu selesai persoalannya, dan mungkin Al-Markaz dan sekitarnya akan lebih berkembang,” ujarnya.

Pemprov sendiri saat ini sedang menata pengelolaan asetnya.

“Saya melihat kita ini Pemprov, aset yang ada dulu kita urus. Ini mumpun Al-Markaz, sudah ada di situ, yayasan Al-Markaz juga mau mengelola. Kenapa tidak kita serahkan saja aset kita, ini Yayasan tidak dimiliki oleh pribadi-pribadi,” pungkasnya.

(Iin Nurfahraeni)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.