IDI Makassar Minta Pasien Terbuka Riwayat Perjalanan dan Kondisinya

Humas IDI Wachyudi Muchsin (Sumber:celebesmedia.id)

.INIPASTI.COM, MAKASSAR – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar meminta kepada masyarakat yang memiliki gejala-gejala mengarah terkena virus Corona (Covid19) untuk jujur ketika memeriksakan diri di Rumah Sakit ataupun Puskesmas.

Hal ini diungkapkan, Humas IDI kota Makassar dr Wachyudi Muchsin, setelah mendapat kabar meninggalnya dr. Bernedette Albertine Fransisca T, Sp. THT -KL dikarenakan diduga terpapar Covid19 dan masuk dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Inline Ad

Seperti diketahui, dr. Bernedette Albertine Fransisca sempat mendapat perawatan di RS Awal Bros Makassar dan kemudian di rujuk ke RS Wahidin Sudirohusodo dan menghembuskan napas terakhirnya saat menjalani perawatan. Informasi diperoleh, sebelum masuk sebagai PDP dokter yang praktek di RS Awal Bros sempat mendapat pasien dengan gejala sakit pada tenggorokan, dimana menjadi salah satu gejala dari virus Covid 19 ini.

Baca Juga:  Saksikan Penyandang Cacat Beraksi, Indira Berencana Buat Program Khusus

Wachyudi menjelaskan, banyaknya tenaga medis yang menjadi korban disaat pandemi virus Corona ini di Indonesia, selain kekurangan Alat Kesehatan, juga permasalahan pasien yang tidak jujur ketika datang memeriksakan diri ke Rumah Sakit atau Puskesmas

“Banyak pasien yang tidak jujur kalau pernah bepergian ke daerah pandemik corona atau pernah bersentuhan dengan pasien corona. Mereka datang ke puskesmas atau rumah sakit dengan diagnosa bukan Corona, padahal Corona. Akhirnya dokter kena juga karena ke tidak terbukanya pasien,”katanya melalui pesan singkatnya.

Ia pun menambahkan, ketidakterbukaan masyarakat disebabkan ada beberapa hal diantaranya ketidakpahaman
masyarakat ditambah keras kepala. Sehingga banyak PDP, atau ada stigma masyarakat bahwa Corona ini aib.

Baca Juga:  RDP dengan DPRD Sulsel, Dinkes Minta Masyarakat Tak Cemas soal Virus Corona

Untuk itu, Wachyudi mengimbau agar para pasien dengan gejala-gejala mirip Corona untuk jujur, ketika ditanya tentang riwayat perjalanannya, ” penyakit Covid bukan aib jadi jujur lah biar tidaj kena orang lain dan nyawa sendiri juga bisa selamat biar ditangani cepat,”tegasnya

Terkait berapa persentasenya sebenarnya pasien yang tidak ingin diketahui riwayatnya ketika datang memeriksa, Wachyudi menyebutkan data yang ada sebenarnyan tidak seperti dkenyataan di lapangan yang luput dari pantauan

(Iin Nurfahraeni)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.