Idrus Marham Menyindir Penguasa, Pilgub Bakal Memanas?

Sekretaris Jenderal DPP Idrus Marham, saat ditemui di Coto Nusantara, Jalan Nusantara Makassar, Jumat (14/10). (Foto : istimewa)

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Idrus Marham, Sekjen Golkar cukup produktiv mengeluarkan statemen di Sulsel, dua minggu lalu, ia datang khusus untuk menyampaiikan ke publik bahwa Nurdin Halid, akan menjadi calon tunggal Pilgub 2018 mendatang. Kemarin, 19 Januari 2016, bertempat di Warkop Phoenam Makassar, secara tegas ia mengatakan, jangan berusaha “menguasai” Sulsel, tetapi harus membangun Sulsel. Itu sebabnya, Golkar akan mencalonkan Nurdin Halid, untuk membangun Sulsel lebih baik dan maju.

Entah ditujukan kepada siapa pernyataan itu, yang pasti apa yang dikatakan Idrus mengarah pada penguasa, tapi tidak ditujukan kepada personal. Apakah pernyataan itu ditujukan untuk calon Gubernur lain, yang sedang berkuasa atau mantan penguasa yang hendak berkuasa lagi, seperti Agus Arifin yang sedang menjabat sebagai Wagub? Atau kepada Ikhsan YL yang pernah menjadi Bupati Gowa, dan digantikan oleh anak kandungnya? Ikhsan YL juga merupakan adik kandung Gubernur Sulsel. Atau ditujukan kepada Nurdin Abdullah yang sedang menjabat sebagai Bupati Bantaeng?
Sindiran Idrus Marham seakan-akan ditujukan kepada penguasa di Sulsel tidak melakukan pembangunan yang memadai, tapi justru memikirkan kekuasaan. Ini sindiran politik pertama Idrus Marham menjelang Pilkada Gubernur Sulsel 2018 mendatang. Idrus yang selama ini cukup kalem merespon perkembangan politik di Sulsel, sekarang berubah menjadi politisi yang kritis terhadap penguasa di Sulsel.

Baca Juga:  Tersangka, Idrus Mundur dari Mensos
Inline Ad

Tentu saja Idrus Marham melalui Partai Golkar memiliki agenda politik yang serius untuk merebut kepemimpinan di Sulsel pada 2018 mendatang. Tapi apakah Idrus Marham dan Partai Golkarnya merebut kepemimpinan di Sulsel bukan untuk menguasai Sulsel? Jawabannya hanya Idrus Marham yang tahu.

Baca Juga:  Supriansa Mundur, Kursi Wabup Soppeng Jadi Incaran Parpol Pengusung

Jika semua elit politik sering memberikan pernyataan seperti yang dinyatakan oleh Idrus Marham, Pilgub 2018 bakal panas. Silang pendapat dan argumentasi bakal saling menyudutkan akan menghiasi panggung politik Sulsel.

Dalam sistem demokrasi, sesungguhnya pengungkapan fakta-fakta adalah keniscayaan, akan tetapi, para elit harus membicarakan sesuatu berdasarkan data dan fakta. Untuk menjaga kualitas politik Indonesia yang demokratis, dan ketrampiilan politik para politisi, elit politik tidak boleh berbicara yang tidak faktual. Politisi tidak boleh membiasakan diri menghayal dalam memainkan peranan politiknya.

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad