Imam Masjid New York Syamsi Ali Bawakan Kuliah Umum di Unismuh Makassar

FT: Rektor Unismuh Makassar, Prof Dr H Abdul Rahman Rahim, SE,MM bersama Syamsi Ali di Masjid Kampus Unismuh Makassar, Senin 8 April 2019.-nasrullah-

INIPASTI.COM, MAKASSAR- Iman Islamic Center of New Work, Muhammad Syamsi Ali atau yang biasa dipanggil Syamsi Ali, putra asal Sulawesi Selatan ini membawakan kuliah umum di Masjid Kampus Unismuh Makassar, Senin 8 April 2019.

Kuliah umum yang dibawakan Direktur Jamaica Muslim Center sebuah Yayasan dan Masjid di Kawasan Timur New York Amerika Serikat ini dipandu oleh Dr Baco Miro, Dosen Mahad Al-Birr Unismuh yang juga Sekretaris Mejelis Tarjih Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulsel.

Tema kuliah umum adalah “Kumunikasi Dakwah di Dunia Internasional”.

Sebelum kuliah umum, Rektor Unismuh Makassar, Prof Dr H Abdul Rahman Rahim, SE,MM memberikan sambutan penyambutan kepada Syamsi Ali. Rektor merasa berterma kasih atas kedatangan Syamsi Ali di Kampus Unismuh Makassar.

Baca Juga:  Yuk! Cek Jadwal Pendaftaran PPDB 2019 Tingkat SMA/SMK Di Sulsel

Prof Rahman Rahim mengutarakan perjalanannya ke Amerika bersama sejumlah pimpinan perguruan tinggi Muhammadiyah beberapa waktu yang lalu, dirinya sangat berkeinginan untuk bertemu Syamsi Ali di Amerika.

“Sayangnya waktu itu tidak sempat ketemu Syamsi Ali di Amerika berhubung karena waktunya sangat sempit,”ujar rektor seraya menambahkan kalau ada niat mau ketemu seminggu kemudian, Alhamdulillah Syamsi Ali ke Makassar dan ketemu di Kampus Unismuh Makassar.

Syamsi Ali dalam beberapa kali pertemuan sering menyampaikan komunikasi dakwah di dunia internasional khususnya di Amerika awalnya tantangannya luar biasa, tetapi mengapa kemudian mereka bisa sukses berdakwah karena dalam berdakwah, pertama-tama mereka terlebih dahulu memahami Amerika itu apa, kondisi masyarakatnya seperti apa, pandangan sosial serta kejiwaan dari berbagai sisi mereka juga harus di pahami.

Baca Juga:  Masih Teka-teki, Calon Wakil Rektor Unismuh Dirahasiakan

Dia mengatakan, dengan memahami kondisi mereka maka kita akan paham dan akan menggunakan bi lisaani qoumihi yang bukan hanya dengan bahasa lisan saja meskipun sangat penting termasuk bahasa kultur, sosial politik, maupun ekonomi.

Dikatakan, dengan komunikasi yang salah akan membuat kebenaran menjadi tabu, dan akan sangat membahayakan. –nasrullah-

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.