Ini Kata Pemerintah Terhadap Dampak ‘Perkawinan’ Sawit-Sapi

INIPASTI.COM, JAKARTA – ‘Perkawinan’ sawit dan sapi ternyata dapat memberikan dampak besar. Bukan hanya peningkatan produktivitas kebun sawit, tapi juga kesejahteraan petani, lingkungan dan dampak terhadap pengembangan peternakan sapi.

Koordinator Kelapa Sawit, Ditjen Perkebunan, Agus Hartono mengatakan, dari sisi peningkatan produksi sawit dampaknya kebun sawit dapat memanfaatkan bahan organik (kotoran sapi, pelepah sawit, tandan buah kosong) sebagai kompos, baik sebagai pupuk maupun pembenah tanah, Agus meyakini integrasi sawit-sapi juga mampu mengendalikan gulma karena gulma yang tumbuh di kebun sawit bisa langsung dijadikan pakan untuk sapi

Inline Ad

“Dengan memelihara sapi di kebun sawit dapat mengendalikan gulma, karena gulma bisa menjadi pakan ternak,” katanya saat FGD Integrasi Sawit-Sapi yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (2/6/2021).

Baca Juga:  Di FAO, Mentan Dorong Bantuan ke Negara Afrika dan Pasifik

Sedangkan dampak terhadap lingkungan adalah, berkurangnya penggunaan pupuk kimia non organik, berkurangnya residu herbisida dan berkurangnya limbah yang menjadi sumber penyakit tanaman. “Penggunaan pupuk kimia juga berkurang dan meningkatkan absorbsi pupuk kimia,” ujarnya.

Sedangkan dampak terhadap pengembangan ternak sapi menurut Agus adalah ketersediaan lahan dan pakan untuk pengembangan sapi. Bahkan bisa didorong dalam pengembangan industri pakan. Dampak lainnya adalah meningkatnya jumlah pengelola sapi dan meningkatnya populasi sapi yang berkualitas.

Keuntungan lain dari intergrasi sawit-sapi adalah bisa meningkatkan pendapatan petani. Petani mendapat tambahan pendapatan dari hasil menjual bahan organik (kotoran sapi dan kompos). “Pengurangan penggunaan herbisida juga mengurangi tenaga kerja untuk pengendalian gulma, sehingga pengeluaran petani pun berkurang,” tuturnya.

Baca Juga:  Antisipasi Harga Turun, Kementan Bersama Bulog Targetkan Serap Gabah di Jabar 270 ribu ton

Dari hasil beternak sapi, lanjut Agus, petani bisa menjual sapi atau susu sapi dan penggunaan pelepah sawit akan menekan biaya pakan. Dengan asumsi potensi produksi pelepah sawit sebagai sumber pakan yakni, kebutuhan BK (bungkil kelapa sawit) untuk ternak dengan bobot 300 kg adalah 9 kg (3 persen x 300 kg).

Sementara kebutuhan BK selama 1 tahun adalah 3.285 ton/ekor (9 kg x 365 hari). Jika 50 persen dari suplai Hijauan Makanan Ternak (HMT) berasal dari pelepah daun sawit, maka 1 hektar lahan kelapa sawit potensial dapat memenuhi kebutuhan 3 ekor sapi/tahun (5.214 kg / 3.285 kg / 50 persen).

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.