Ini Pasien Nol Covid-19, Hanya Diberi Pil

Foto: Ilustrasi

INIPASTI.COM, JAKARTA-Terungkap sosok diduga ‘pasien nol’ atau orang pertama terinfeksi Virus Corona atau Covid-19, nama dan asal.

Seorang penjual udang di Pasar Seafood Huanan, Wuhan, China, kemungkinan merupakan ” pasien nol ” dari pandemi Virus Corona atau Covid-19.

Inline Ad


Berdasarkan pemberitaan Wall Street Journal atau WSJ, pasien itu disebut merupakan perempuan berusia 57 tahun yang bernama Wei Guixian.

Pandemi Virus Corona atau Covid-19 kini telah menyebabkan 1.155 orang terinfeksi di Indonesia.

Sebanyak 994 masih dirawat, 59 sembuh, dan 102 meninggal.

Demikian data dikutip dari laman Kawal Covid19 kawalcovid19.id, Sabtu (28/3/2020), pukul 19:18 Wita.

Dikutip New York Post, Jumat (27/3/2020), Wei Guixian bisa jadi merupakan orang pertama dari Pasar Seafood Huanan di Wuhan yang terinfeksi Virus Corona.

WSJ mengulas berita harian lokal China, The Paper, dan menceritakan awalnya Wei Guixian bekerja seperti biasa pada 10 Desember saat mengalami gejala demam.

Merasa tidak enak badan, dia segera memeriksakan diri ke klinik terdekat dan kembali bekerja.

Di saat itulah, dia diyakini menyebarkan virus itu.

“Saya merasa lelah. Tapi tidak seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Wei Guixian.

“Setiap musim dingin, saya selalu menderita flu. Jadi saya kira ini hal biasa,” lanjut dia mengatakan.

Baca Juga:  Hanya Sebulan, Jumlah Korban Covid19 yang Tewas Lampaui 10.000 Orang di New York

Dia kemudian mengunjungi lagi klinik itu pada 11 Desember, dan menerima suntikan.

Tapi karena masih belum sembuh, dia pergi ke Rumah Sakit Nomor 11 Wuhan.

Di rumah sakit, ternyata dokter tidak mampu mendeskripsikan sakit apa sebenarnya Wei Guixian.

Jadi, mereka hanya sebatas memberikan pil.

Segera setelah memeriksakan diri ke rumah sakit, perempuan yang diyakini adalah “pasien nol” itu merasa kondisinya makin memburuk.

“Saya tidak nyaman. Rasanya seperti tidak punya tenaga,” katanya memaparkan.

Jadi, dia mencoba mendapat opini kedua di Rumah Sakit Persatuan Wuhan.

Di RS terbesar kota tersebut, dokter mengatakan penyakitnya “kejam”, dan menceritakan sejumlah orang di Pasar Seafood Huanan juga mengalami gejala sama seperti dirinya.

Pada akhir Desember 2019, Wei Guixian mengungkapkan dia dikarantina, dengan dokter berhasil menemukan hubungan antara virus dengan pasar.

Pada 31 Desember 2019, sebuah rilis dari Komisi Kesehatan Wuhan menyatakan, Wei Guixian termasuk satu dari 27 pasien yang positif terinfeksi Covid-19.

Selain itu, ibu penjual udang tersebut juga menjadi satu dari 24 kasus yang mempunyai keterkaitan langsung dengan pasar hasil laut itu.

Wei Guixian, yang kini telah pulih dan meninggalkan RS pada Januari menduga, kemungkinan dia terinfeksi dari toilet yang dia pergunakan di pasar.

Baca Juga:  Ruang Isolasi RS Daya Makassar Siap Tampung Warga Positif Covid-19

Dia menuturkan, toilet tersebut dipergunakan secara bersama-sama oleh pedagang daging maupun pengguna pasar lain, dilaporkan The Journal.

Selain Wei Guixian, ada tetangganya sesama pedagang yang terpapar bersama dengan putrinya, keponakan, dan suami keponakannya itu.

“Mungkin bakal sedikit yang akan meninggal akibat wabah ini jika saja pemerintah bergerak cepat,” jelas dia dalam wawancara di Februari.

Dia kemungkinan adalah “pasien nol”.

Gambar mikroskop elektron pemindai ini menunjukkan virus corona Wuhan atau Covid-19 (kuning) di antara sel manusia (merah). Sampel virus diambil dari seorang pasien AS yang terinfeksi. Para ahli menambahkan gambar agar lebih tampak.
Gambar mikroskop elektron pemindai ini menunjukkan virus corona Wuhan atau Covid-19 (kuning) di antara sel manusia (merah). Sampel virus diambil dari seorang pasien AS yang terinfeksi. Para ahli menambahkan gambar agar lebih tampak. (LIVE SCIENCE)
Namun, tidak jelas apakah dia adalah sosok pertama yang menderita virus bernama resmi SARS-Cov-2 itu.

Sejak merebak pada Januari, Virus Corona telah menjangkiti 81.340 dan membunuh 3.292 orang di China, demikian data dari Universitas John Hopkins.

Adapun total di seluruh dunia, hampir 600.000 orang terinfeksi Covid-19, dengan 27 ribu di antaranya dilaporkan meninggal

Baca Juga:  Ratusan Ormas Menuntut Kongres secara Terbuka Menolak Rasisme Coronavirus

Mengidentifikasi orang pertama yang terkena penyakit yang kemudian mewabah dianggap penting karena bisa membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan penting seperti bagaimana, kapan, dan mengapa suatu wabah bermula.

Jawaban-jawaban ini penting untuk mencegah orang-orang terkena penyakit dan juga bisa menjadi pembelajaran serta sumber informasi ketika terjadi wabah serupa di masa mendatang.

(Sumber: muslimiina.com)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.