Site icon Inipasti

Ini Pengalaman Lucu si ‘Cantik’ Andania Suri Selama Syuting di Maros

Aktris film Silariang Cinta yang (Tak) Direstui, Andania Suri (FOTO/Istimewa)

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Aktris cantik Andania Suri pemeran Zulaikha dalam film Silariang Cinta Yang [Tak] Direstui (SCYTD) memiliki banyak pengalaman seru selama syuting di Rammang-rammang Maros.

Tempat wisata yang ditetapkan oleh UNESCO sebagai situs World Heritage terhitung sejak 2001 itu memang menyuguhkan pemandangan alam yang indah. Tak heran jika Suri, sapaan akrab Andania Suri mengagumi keindahan alam Rammang-rammang.Ini juga merupakan kali pertama ia berkunjung ke Maros.

Lokasi syuting yang berada di alam terbuka adalah tantangan tersendiri bagi Suri. Ia menganggap syuting di tempat seperti ini bisa mengasah kemampuan aktingnya.

Keindahan alam Rammang-rammang memang tidak dapat ia pungkiri namun hal berbeda ia rasakan setelah tinggal beberapa hari di kawasan tersebut.

“Awalnya kan wah bagus banget nih, naik perahu segala macam. Tapi pas masuk, pas nginap, pas mandi haha sudah enaugh” katanya, Rabu (24/1/2018).

Tinggal di pedesaan memang hal yang baru bagi gadis kelahiran Jakarta ini. Tak hanya susah mendapatkan jaringan handphone, selama syuting ia juga harus tidur ditempat seadanya, mandi ramai-ramai di satu kamar mandi yang sama, sampai mengawon bebek (mengembalakan ternak bebek). Namun semua itu adalah pengalaman seru baginya.

“Seru, semuanya seru. Tapi kalau untuk diulang kembali kayaknya tidak.” ucapnya sembari tertawa.

Tak hanya sampai disitu, dihari pertama sebelum syuting ia pun mengalami insiden kecil, ia dicakar kucing.

“Kan lagi tidur terus tiba-tiba kucing loncat ke mata ku, langsung dicakar. Panik aku kan sampai nangis-nangis,” tambahnya sambil tertawa.

Namun tak lama setelahnya, wajahnya segera diobati sehingga ketika mulai syuting keesokan harinya bekas cakaran kucing itu tidak terlihat lagi.

Walaupun selama syuting di Rammang-rammang ia mendapat banyak tantangan dan hal-hal baru seperti yang telah disampaikan diatas, ia tetap berbangga turut andil dalam film ini.

Meskipun film ini berlatar belakang budaya Bugis-Makassar namun ia berharap semoga film ini dapat diterima oleh seluruh masyarakat Indonesia.

(Ahadri)

Exit mobile version