Integrasi Sawit-Sapi Peluangnya Cukup Gemuk

INIPASTI.COM, JAKARTA – Integrasi sawit-sapi memang bukan ide baru. Sayangnya tak banyak perusahaan perkebunan sawit yang melirik kegiatan tersebut. Padahal jika menakar keuntungannya, peluangnya cukup gemuk.
Koordinator Kelapa Sawit Ditjen Perkebunan, Agus Hartono mengatakan pemerintah sebenarnya telah menginisiasi integrasi sawit-sapi sejak tahun 2017-2018. Bahkan Kementerian Pertanian telah mengeluarkan Peraturan Menteri Pertanian No.105 Tahun 2014 tentang Integrasi Usaha Perkebunan Kelapa Sawit dengan Usaha Budidaya Sapi Potong.

“Terkait integrasi sawit-sapi, sebetulnya sudah diidentifikasi potensi lahan yang bisa integrasi sapi sawit,” kata Agus saat FGD Peluang Integrasi Sawit yang digelar di Jakarta, Rabu (2/6/2021).

Inline Ad

Data Ditjen Perkebunan, saat ini ada 16,38 jua hektar (ha) lahan perkebunan yang potensi untuk integrasi dengan peternakan sapi. Dari luasan tersebut memang ada sekitar 3 juta ha lahan kebun sawit yang masuk dalam kawasan hutan. “Luas lahan kebun sawit itu ada yang dimiliki rakyat, swasta dan perusahaan negara,” katanya.

Baca Juga:  Setelah 72 Tahun, Mentan dan Papua Nugini Deal Ekspor Beras

Potensi lainnya menurut Agus adalah, tersedia biomassa pakan untuk sapi sepanjang tahun. Diantaranya berupa, pelepah dan daun sawit, hijauan dibawah naungan sawit, bungkil sawit dan solid.

Jenis biomassa tersebut yakni daun lidi sebanyak 1.430 kg segar atay 658 kg bahan kering, pelepah 20 ribu kg segar (5.214 kg kering), tandan kosong 3.680 kg segar (3.386 kg kering), serat perasan 2.880 kg segar (2.671 kg kering), lumpur sawit/solid 4.704 kg segar (1.132 kering) dan bungkil sawit 550 kg segar (524 kering).

Dengan catatan dari hasil penelitian tiap 1 ha ada 130 pohon dan satu pohon dapat menyediakan pelepah sejumlah 22 pelepah. Tiap satu pelepah dengan bobot 2,2 kg (hanya 1/3 bagian yang dimanfaatkan). Bobot daun perpelepah sebesar 0,5 kg.
Sedangkan tandan kosong 23 persen dari TBS dan produksi minyak sawit 4 ton/ha. Tiap 1.000 kg TBS menghasilkan 250 kg minyak, 294 kg lumpur sawit, 180 kg serat perasan dan 35 kg bungkil kelapa sawit.

Baca Juga:  Mentan Jamin Pasokan dan Stabilkan Harga Kedelai

Selain itu, potensi lainnya adalah tersedianya potensi SDM petani untuk mengelola usaha pembiakan/ penggemukan sapi.
Agus juga menagatakan integrasi sawit-sapi ini juga sangat berguna untuk menghemat pupuk dan herbisida diperkebunan hingga 30%.

“Dengan integrasi sawit-sapi akan mengurangi biaya pupuk dan herbisida di perkebunan sekitar 30 persen, meningkatkan produksi TBS (tandan buah segar) dan mewujudkan sawit ramah lingkungan,” kata Agus

(Humas Ditjenbun).

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.