Irfan Jaya Ungkap Fakta Baru Soal Bagi-bagi Proyek di Pemprov Sulsel

Suasana sidang hak angket DPRD Sulsel.

INIPASTI.COM, MAKASSAR, – Sidang panitia hak angket DPRD Sulsel menemukan fakta baru dalam kasus bagi-bagi proyek infrastruktur dengan nilai puluhan miliar rupiah di Pemerintah Provinsi Sulsel.

Bappilu NasDem Sulsel, Irfan Jaya yang diperiksa dalam kasus tersebut mengungkapkan perihal pertemuan yang dilakukan di Barbeshop miliknya di jalan Bau Mangga, Makassar, pada 19 April 2019 lalu.

Dalam keterangan yang diberikan dalam persidangan, mantan konsultan politik ini mengakui jika dia menghubungi Sumardi kakak Kandung Wagub Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, untuk bertemu dua pengusaha Anggu dan Ferry yang mengincar proyek pengerjaan jalan.

“Iya saya yang panggil pak Sumardi untuk bertemu di cafe mama tapi cafe mama tutup jadi saya arahkan ke tempat saya,” Kata Irfan Jaya.

Baca Juga:  Macet Pallangga Kembali Terjadi, Ternyata Ini Penyebabnya

Irfan juga mengaku, saat pertemuan Sumardi merasa tidak nyaman lantaran adanya dua pengusaha Anggu dan Ferry. Sehingga Sumardi memanggil Jumras bertemu dua pengusaha itu.

Irfan mengakui jika pertemuan itu membahas mengenai dua proyek yang ada di Soppeng dan Sinjai Bulukumba dengan yang total nilainya sekitar Rp 75 miliar nilai proyek tersebut.

Sesaat setelah berbincang bersama Anggu dan Ferry. Jumras lalu menelpon Hartawan pemilik perusahaan PT Putra Utama Global yang memenankan tender proyek tersebut untuk hadir di lokasi pertemuan mereka. Karena Hartawan telah menebus fee proyek 7,5 persen dari nilai tersebut.

“Bahkan pak Jumras mengatakan saya orangnya komit kalau ada orang yang sudah menyelesaikan 7,5 persen (fee) saya siap pasang badan,” beber Irfan.

Baca Juga:  Persiapan upacara 17 Agustus Perum Bulog

Dalam sidang saat ditanya soal bantuan Rp 10 Miliar di Pilgub, Irfan mengaku tidak tahu menahu soal bantuan tersebut. Sebab tak pernah dibahas dalam pertemuan mereka.

“Kalau yang itu saya tidak tahu, dan tidak dibahas dalam pertemuan tersebut,” Kata Irfan Jaya.

Keterangan yang disampaikan Irfan Jaya pada sidang hak angket, berbeda dengan pernyataan Sumardi dan Jumras pada sidang sebelumnya.

Irfan juga membeberkan proyek yang diperebutkan tersebut dianggarkan pada APBD Pokok tahun 2019 ini dimenangkan oleh PT Putra Utama Global. Namun perusahaan milik Hartawan memalsukan salah satu dokumen untuk dapat memenangkan tender proyek tersebut.

(Muh. Seilessy)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.