Site icon Inipasti

Jangan Panik, Alokasi Pupuk Bersubsidi Lampung Barat Tahun 2021 Naik

INIPASTI.COM, LIWA – Kementerian Pertanian terus berupaya menjamin kelancaran distribusi dan meningkatkan petani guna mengakses pupuk subsidi dengan mengambil langkah tegas.

Selain pemberian alokasi, Kementan juga telah mengumpulkan para distributor untuk memberikan petani guna mengakses pupuk bersubsidi yang sudah tersuplai di tingkat kios, walau belum memiliki kartu tani.

Distributor Pengatur Pertanian Syahrul Yasin Limpo agar jangan main-main dengan distribusi pupuk karena pupuk menurutnya bukan hanya kebutuhan tanaman tapi juga basis ketahanan pangan terutama pada masa pandemi Covid-19 ini.

Sementara, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, pihaknya tidak akan tinggal diam mendengar keluhan petani di sejumlah daerah mengenai keberadaan pupuk.

“Kita sudah siap menyiapkan berbagai langkah dan strategi untuk pemeliharaan kebutuhan pupuk bagi petani. Salah satu upaya upaya yang kita tempuh adalah melakukan realokasi pupuk subsidi tersebut,” ujar Sarwo Edhy.

Sarwo Edhy menjelaskan, Otoritas penggunaan pupuk pada penerapan, penerapan, dan organik sesuai rekomendasi spesifik lokasi atau standar teknis penggunaan pupuk yang disarankan.

“Dalam penerapan pemupukan berimbang, perlu didukung dengan aksesibilitas dalam memperoleh pupuk dengan harga yang terjangkau,” ujar Sarwo Edhy.

Tahun ini pemerintah mengalokasikan pupuk bersubsidi untuk petani di Lampung Barat sebanyak 17.845 ton. Pupuk bersubsidi itu terdiri dari Urea 9.365 ton, SP36 1.300 ton, ZA 1.230 ton, NPK phonska 5.150 ton, dan organik 800 ton.

Penetapan alokasi pupuk bersubsidi mengacu pada kebutuhan teknis usulan daerah. Pertimbangannya adalah serapan pupuk bersubsidi tahun sebelumnya dan memperkirakan anggaran subsidi pupuk Tahun Anggaran 2021.

Karena itu, untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan pupuk bersubsidi di daerah, pemanfaatan dan / atau pengalokasian pupuk bersubsidi oleh Kepala Dinas Daerah Provinsi dan Kepala Dinas Kabupaten / Kota agar dapat dilakukan secara optimal melalui e-RDKK.

“Memperhatikan azas prioritas berdasarkan lokasi, jenis, jumlah, dan waktu kebutuhan pupuk yang menjadi prioritas di masing-masing wilayah. Baik prioritas pembangunan daerah yang dapat sebagai sentra produksi atau prioritas terhadap jenis komoditas yang akan diunggulkan oleh daerah,” terangnya.

Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung Barat Agustanto Basmar menjelaskan, pemberian pupuk bersubsidi tersebut diketahui berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung Nomor: 821.1 / 1907 / V.21.2 / 2018 tentang Alokasi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Provinsi Lampung 2019.

“Alokasi itu diperkirakan masih akan bertambah. Sebab, alokasi diberikan berdasarkan jumlah penyerapan yang diberikan setelahnya akan mengalami realokasi,”

Pada tahun lalu, kata dia, pemberian pupuk bersubsidi sampai sembilan kali mengalami realokasi. Setiap realokasi bisa naik atau bahkan turun memberikan daya serapnya di mana, jika daya serap tinggi, alokasi saat direalokasi bisa bertambah atau sebaliknya, jika daya serap rendah, alokasi bisa dikurangi.

Jika dibandingkan dengan alokasi pupuk bersubsidi pada awal tahun lalu, kuota pupuk bersubsidi Lambar pada awal tahun ini mengalami peningkatan, terutama jenis Urea. Pada awal tahun lalu alokasi Urea sebanyak 6.767 ton, alokasi awal tahun ini meningkat menjadi 9.365 ton.

Exit mobile version