Januari 2019, KPU Sulsel Akan Rekrut 184.324 KPPS

Komisioner KPU Sulsel, Asram Jaya.

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel akan merekrut sebanyak 184.324 Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) untuk 26.332 Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pemilu 2019 di Sulsel. Perekrutannya dimulai Januari tahun depan.

Hal itu diungkapkan komisioner divisi Umum KPU Sulsel Asram Jaya. Nantinya, kata Asram, setiap TPS akan diisi oleh 7 orang anggota KPPS. Jumlah tersebut, masih sama seperti sebelum-sebelumnya.

“Belum ada jadwal, tetapi kemungkinan Januari perekrutannya atau tiga bulan sebelum pemilihan. Setelah itu, mereka akan diberi bimbingan teknis,” papar Asram.

Adapun mekanisme perekrutan KPPS, kata Asram, dilakukan oleh PPS yang ada di tingkat kelurahan/desa. PPS kata Asram, mengumumkan dan membuka pendaftaran KPPS kepada masyarakat seluas-luasnya. Masyarakat pun, dapat mendaftar sebagai Calon Anggota KPPS kepada PPS di wilayah masing-masing.

“Formulir dan syarat pendaftaran dapat diambil di sekretariat PPS, atau dapat diunduh di website KPU Kabupaten/Kota. PPS menerima pendaftaran Calon KPPS dan melakukan seleksi administrasi dan wawancara sesuai mekanisme,” sambung Asram.

Baca Juga:  Tahun Ini, Phinisi Hospitality Kurban 11 Ekor Sapi

Asram mengungkapkan, para KPPS ini bakal diberi honor sebesar Rp550 ribu per orang. Anggarannya, dari KPU RI yang diberikan ke KPU kabupaten/kota untuk disalurkan.

Adapun syarat-syarat KPPS tersebut diantaranya: Tidak pernah menjadi anggota partai politik yang dibuktikan dengan pernyataan yang sah. Jika pun pernah menjadi kader, paling tidak sudah mengundurkan diri minimal 5 tahun, dengan dibuktikan surat dari Partai. Calon juga tidak pernah menjadi tim pemenangan, paling singkat 5 tahun.

Berpendidikan minimal SMA/sederajat. Selain itu, tak pernah dipidana penjara berdasarkan keputusan pengadilan. Tidak pernah diberhentikan tetap oleh KPU atau DKPP. Tidak pernah menjabat sebagai KPPS, PPK, dan PPS selama 2 periode. Dan, tidak berada dalam ikatan perkawinan dengan sesama penyelenggara Pemilu.

Baca Juga:  Dinas Perizinan Tegaskan Barcode Hanya Kantongi Izin Cafe dan Resto

Selain KPPS, KPU juga baru saja merampungkan perekrutan penambahan dua Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK). Sehingga saat ini tiap kecamatan sudah diisi oleh lima PPK. “Penambahan sudah rampung semua 24 kabupaten kota, sudah lima orang, dua penambahan tiap kecamatan. Kalau PPS tetap tiga orang,” pungkas Asram.

Selain KPU, Badan Pengawa Pemilu (Bawaslu) juga bakal merekrut pengawas TPS atau PTPS. Tiap TPS bakal ditempatkan satu orang PTPS. Pengawas TPS bertugas mencatat daftar pemilih di TPS bersangkutan. Termasuk memastikan lokasi TPS mudah dijangkau oleh pemilih, khususnya untuk pemilih disabilitas.

Pengawas TPS juga bakal menerima salinan C 1 dari KPPS, yang isinya sama dengan hasil rekapitulasi C1 plano dan sama dengan yang disampaikan dengan para saksi pasangan calon.

“Masa tugas mereka satu bulan (21 sebelum hari H dan 7 hari setelah hari H). Jadi kemungkinan dimulai akhir Februari 2019,” kata komisioner divisi pengawasan partisipatif Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad.

Baca Juga:  Antisipasi Cacar Monyet, Dinkes Minta KKP Pasang Thermosscanner

(Muh. Seilessy)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.