Jika Relokasi Jalur KA, Pemkot Parepare: Kami Siap

INIPASTI.COM, MAKASSAR: Polemik pembangunan jalur Kereta Api di Makassar, sampai saat ini belum menemukan titik terang.

Inline Ad

Adanya konsep berbeda  antara Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto dengan desain yang akan dibangun membuat permasalahan proyek ini bermasalah, selain masalah dampak likungannya.

Proyek Kereta Api Makassar-Parepare, adalah salah satu Proyek Strategis Nasional, yang di targetkan rampung pada 2024 mendatang, dimana telah menghubungkan lima kabupaten tersebut.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengaku proyek  ini haruslah selesai, karena merupakan PSN, “Ini harus selesai, karena sudah ada uang yang tertanam disana, ada uang yang mau masuk lagi masa di tolak,”jelasnya.

Lalu akankah, jalur berganti jika kemudiaan tidak ada kesepakatan bersama?

Kepala Balai Pengelola Kereta Api Sulsel Andi Amana Gappa, mengaku tak berani mengandai-andai terkait dengan relokasi jalur rel Kereta Api dan hanya ingin fokus  hanya ingin fokus menyelesaikan proyek Kereta Api Makassar-Parepare ini.

“Saya tidak berani mengandai-andai, tentang relokasi jalur Kereta Api jika tidak selesai masalahnya. Kami hanya ingin fokus, menyelesaikan proyek ini agar bisa dapat selesai dan termanfaatkan dengan baik, dan sesuai judulnya Kereta Api Makassar-Parepare,” kata Amana Gappa belum lama ini, di Kantor BPKA di Maros belum lama ini .

Sementara itu,  Pemerintah kota Parepare mengaku siap jika nantinya Kementerian Perhubungan berniat melakukan  relokasi terhadap jalur kereta api  Maros-Makassar. Bahkan sejauh ini secara teknis, persiapan lahan di sana telah selesai.

“Parepare siap, jika memang nantinya seperti itu. Kami juga sudah beberapa kali bertemu melakukan pembahasan terkait dengan proyek Kereta Api ini,” kata Wakil Wali Kota Andi Pangerang Rahim, pada RRI di Hotel Claro Makassar.

Seperti diketahui Penyelesaian Kereta Api jalur Makassar-Parepare ditargetkan bisa rampung pada 2024, dimana sebagai awal pada Oktober akan diresmikan jalur Kereta dari arah Barru-Maros sepanjang 71 Km , yang rencananya akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

Tahapan pengerjaan untuk jalur akan diresmikan terus dilakukan  sambil mulai mempersiapkan trase jalur yang akan dilalui yaitu ke arah Maros-Makassar, dan kemudian akan dilanjutkan lagi ke Parepare.

Saat ini kondisi pembangunan yang masuk dalam  Segmen E akan mulai dilakukan pembebasan lahan, namun sampai sekarang masih ada polemik di dalamnya.

Pangerang Rahim mengaku, pihaknya siap memfasilitasi untuk pengerjaan di Parepare, karena pada dasarnya jalur yang akan dilewati tersebut untuk lahan telah siap.

“Kami sudah mengetahui dari awal yang rencanakan termasuk rute dan dua terminal yang akan dibangun.semua tidak ada perubahan. Kalau memang Pemerintah menginginkan langsung ke Parepare, saya rasa tidak ada masalah,” terangnya.

Namun, Pangerang Rahim menyerahkan sepenuhnya pada Pemerintah Pusat, yang memiliki kewenangan terhadap proyek tersebut karena memang sebenarnya idealnya dari Proyek ini adalah Kereta Api Makassar – Parepare, sangat penting untuk pergerakan arus barang dan manusia termasuk ekonomi.

(IIN NURFAHRAENI)

Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.