Jumardi Dorong Peran Swasta Jadi BUP Sarana Kereta Api

Top Ad

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Kereta Api Trans Sulawesi, tahap Makassar-Parepare saat ini terus dikerjakan. Khusus di Kabupaten Barru, panjang jalur rel 47 km telah dirampungkan dan sementara berlangsung pembebasan lahan untuk Pangkep dan Maros.

Inline Ad

Kepala  Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur, Ditjen Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan, Jumardi menargetkan jalur yang bisa tersambung 107 Km.

“Kami target pembangunan jalur yang terhubung dari Palanro-Mandai bisa 107 Km, kemudian nanti akan disambung lagi sampai ke Makassar. Kami tetap optimisme ini akan beroperasi dan meminta dukungan dari masyarakat,” kata Jumardi.

Saat ini untuk pembebasan lahan, menurut Jumardi progresnya lahan di Pangkep  93 persen kemudian di Maros menghampiri 70 persen.

“Dengan dukungan dari masyrakat semua pengadaan lahan ini akan selesai dalam dua bulan kedepan paling lambat Sehingg konstruksi bisa dipercepat,” kata Jumardi

Sampai saat ini, untuk pengerjaan konstruksi yang telah selesai yaitu segmen B dan C, dimana meliputi  Palanro-Takalasi dan Takalasi-Tanete Rilau.

Mengenai investasi tambahan, Jumardi mengaku membuka diri apalagi yang diperuntukkan untuk logistik. “Berbicara untuk angkutan penumpang, kereta perintis ini tidak mungkin kembali dari tiket  sehingg Pemerintah hadir di sini. Sedangakn angkutan logistik bisa, apa yang diangkut menjadi peluang,”

Ia menambahkan, sampai saat ini pihaknya masih menunggu investor yang tertarik ikut terlibat dalam sistem penyelenggara perkeretaapian, karena nanti inikan melalui proses tender.

“Kami membuka diri, badan usaha pemerintah atau gabungan perusahaan membentuk badan usaha. Memang yang menjadi masalah sampai saat ini beberapa perusahaan menunggu perhitungan dari pemerintah untuk baru kemudian mengkalkulasi, dan sebagainya,” jelas Jumardi.

Sejauh ini, Jumardi menambahkan pilihannya ada dua APBN atau Investasi swasta. “Sekarang sudah berjalan KPBU kalau ini berjalan tentu yang akan dibuka adalah paket lain dan ini sangat memungkinkan misalnya sekarang ini sekitar 120 km yang akan dioperasikan oleh PT CRI, kalau selesai di Tonasa bisa saja ditawarkan lagi, dengan mekanisme kpbu dan patner dengan siapa,” sebutnya.

Jumardi mengatakan, bahwa sistem KPBU dengan CRI nilai investasinya sebesar Rp 2,1 triliun. Yang terbagi untuk operasional dan perawatan serta konstruksi.

“Jadi ada dua skema di sana, dibungkus menjadi satu model. Pertama CRI berkewajiban untuk investasi membangun jalur kereta api dari Manggilu dekat pabrik semen tonasa sampai ke Labbakang panjangnya 9,7 Km,” Sebutnya.

Yang kedua, jalur Mandai  Mandai-Palanro-Garongkong, setelah tersambung maka CRI diberi tugas mengoperasikan dan merawat jalur sepanjang 127 Km, dengan kontrak sekitar 17 tahun. “Jadi ini jangka panjang,” terang Jumardi

(Iin Nurfahraeni)

Bottom ad

Leave a Reply