Kandidat Diminta Tak Bawa Bendera Muhammadiyah di Pilgub Sulsel

Logo Muhammadiyah (INT).

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Pengurus Wilayah (PW) Muhammadiyah Sulsel mengeluarkan pernyataan resmi soal sikap secara keorganisasian di Pilgub dan Pilkada serentak di Sulsel 2018 mendatang.

“Muhammadiyah sebagai ormas secara tegas berdiri netral dan tidak menjadi bagian dari tim sukses siapapun. Termasuk isu dan wacana Muhammadiyah berkoalisi dengan Nahdlatul Ulama dalam menyiapkan kandidat di jalur independen pada pemilihan gubernur Sulsel,” tegas Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PW Muhammadiyah Sulsel, Zainal Abidin melalui rilis yang diterima Inipasti.com, Selasa (7/11).

Baca Juga:  Akui Punya Kedekatan, Danny Ajak Partai Hanura Berjuang Bersama di Pilwalkot 2018
Inline Ad

Ia menjelaskan organisasi keummatan ini, mendorong terciptanya suasana politik yang demokratis, santun, berkemajuan, dan lebih beradab. Setiap kandidat berikut tim suksesnya perlu memperlihatkan perilaku politik yang santun dengan tidak saling memfitnah dan melakukan black campaign. Sebab, cara seperti ini rawan menimbulkan gejolak sosial.

Ia menambahkan jika ada kader Muhammadiyah yang maju di Pilkada maupun Pilgub, baik diusung parpol maupun lewat jalur perseorangan, itu hanya mewakili pribadi yang bersangkutan, bukan karena rekomendasi organisasi. Ia bahkan mengimbau agar kandidat maupun figur tidak membawa-bawa bendera Muhammadiyah dalam konteks politik baik Pilkada maupun Pilgub.

Baca Juga:  Bupati PAN dan PKS Ikut Hadiri Pertemuan Dengan Jokowi di Sulsel

“Muhammadiyah Sulsel mengimbau segenap warga persyarikatan agar menggunakan hak politiknya memilih pemimpin daerah pada Pilkada serentak 27 Juni 2018 secara demokratis,” tutur Zainal.

(Muh. Seilessy)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.