Kehebatan Jentang Mampu Menghambat Proyek Impian Jokowi

Top Ad

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Soedirjo Aliman alias Jentang hingga saat ini belum juga tertangkap dari buruan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan pasca ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menghambat proyek impian Presiden Joko Widodo alias Jokowi, yang sedang berjalan di kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.

Sosok Jentang sudah tidak asing bagi masyarakat Kota Makassar pada umumnya, bahkan ia sangat dikenal sebagai orang yang kuat dan kebal hukum. Lihat saja kehebatannya, meski telah menyandang status sebagai tersangka dan menjadi buronan Jaksa Tinggi Sulsel, ia masih mampu melenggang dengan gesit bak belut dalam mengontrol bisnisnya yang tersebar dimana-mana. Pun, salah satu pengurusan lahannya sempat bersengketa dengan masyarakat setempat di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Aspidsus Kejati Sulsel Imbau Jen Tang Segera Menyerahkan Diri

“Kehebatan yang dimiliki Jentang memang patut diacungi jempol. Coba saja lihat dalam kasus Buloa, anaknya saja mau diperiksa tapi hingga saat ini tidak ada kejelasan. Padahal penyidik sudah mengatakan ke media terkait rencana pemeriksaan anaknya itu,” Kata Kadir Wokanubun, Wakil Direktur Anti Corruption Commite (ACC) Sulawesi.

Kata Kadir, kasus ini merupakan pertaruhan komitmen Kejati dalam mengawal Proyek Mulia impian Presiden Jokowi dalam hal ini pembangunan Tol Laut. Jadi, seharusnya,l Kejati sebagai lembaga negara harus tegas untuk menyeret Jentang Cs.

Baca Juga:  Erwin Haiyya Dituntut Hukuman 2 Tahun Penjara

“Jentang Cs kan mencoba mengganggu proyek pemerintah dengan menutup akses jalan masuk proyek dan ujung-ujungnya menerima sewa lahan dari pelaksana pengerjaan proyek, meski dalam penyidikan Kejati ditemukan lahan yang di klaim Jentang Cs adalah laut atau aset negara, sehingga jelas itu merugikan negara,” Lanjutnya.

Sayangnya, meski cerita sangat jelas, Kejati belum begitu kelihatan serius menyeret Jentang dan koloninya untuk bertanggung jawab dalam kasus yang merugikan negara tersebut.

(Reni Juliani)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.