Kekecewaan Mahfud MD, Hingga Jahit Baju

Mahfud MD, gbr: Kompas.com

INIPASTI.COM, Sembilan Agustus 2018, menjadi tanggal yang penuh dengan kejutan bagi bangsa Indonesia. Pagi hingga sore pukul 14.00, nama Mahfud MD berkibar untuk menjadi calon Wakil Presiden Jokowi. Namun sekitar pukul 17.00 sore, Jokowi justru mengumumkan Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin yang akan mendampinginya sebagai Wakil Presiden periode 2019-2024. Sementara itu antara jam 14.00 hingga 17.00, Mahfud MD sudah keluar dari rumahnya menuju tempat akan diumumkan siapa pendamping Jokowi sebagai Cawapres.

Namun hingga pukul 17.00 Mahfud MD tidak tampak di pelataran Menteng, sebagai tempat kumpulnya para elit politik koalisi Jokowi, untuk mengumumkan pendamping Jokowi. Apa sesungguhnya yang terjadi? Mengapa Mahfud MD tidak nampak di Pelataran Menteng? Bagaimana perasaan Mahfud ketika mendengar pengumuman dari Jokowi tentang pendampingnya? Menurut Mahfud MD, ini peristiwa politik biasa, saya merasa biasa saja. Pak Jokowi telah menjalankan kewenangannya sesuai konstitusi. Tentu saya kecewa, karena saya semalam diminta oleh pihak Jokowi untuk siap-siap bersama-sama Jokowi mengumumkan siapa cawapres Jokowi. Bahkan saya sudah menjahit baju untuk itu. Demikian ujar Mahfud.

Baca Juga:  Irfan AB: NH-Aziz Alternatif Terakhir PAN di Pilgub

Drama panjang penentuan Cawapres Jokowi berakhir mengejutkan. Eposode-episode drama itu bahkan cukup membosankan. Koalisi Jokowi keluar dengan maklumat telah memiliki 10 orang Cawapres. Kemudian dikerucutkan menjadi tiga orang, lalu memunculkan inisial M. Proses dramaturgi ini tentu saja untuk memanipulasi ruang public, agar public memiliki perhatian dengan focus kepada koalisi Jokowi.

Baca Juga:  Garuda Takalar Akan Buat Kejutan di Pemilu 2019

Menurut pengamat komunikasi dari Unhas, yang enggan disebutkan namanya, memilih Ma’ruf Amin membuktikan, bahwa Jokowi menyadari tidak dekat dengan ummat. Dengan memilih Ma’ruf, Jokowi diharapkan mendapat dukungan dari ummat Islam. Karena Ma’ruf dikenal sebagai lokomotif ummat Islam, karena beliau adalah Ketua Umum MUI. Tapi apakah harapan Jokowi ini akan mendapat dukungan akar rumput? Terutama dari kelompok seperti Alumni 212, dan kelompok lain yang memiliki massa. (*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.