Kelola Aset Daerah, GDP Tak Setor ke Pemprov Selama 3 Tahun

Suasana Rapat dengar pendapat komisi B DPRD Sulsel dengan Dinas Pariwisata, Biro Ekonomi dan Dinas Koperasi Pemprov Sulsel, Senin 30 Juli 2018.
Top Ad

INIPASTI.COM, MAKASSAR, – Komisi B DPRD Sulsel menggelar rapat dengar pendapat bersama Dinas Pariwisata, Biro Ekonomi dan Dinas Koperasi di Gedung Tower DPRD Sulsel, Senin 30 Juli 2018.

Rapat tersebut membahas tentang pembagian hasil pendapatan aset daerah yang dikelola oleh pihak ketiga. Salah satunya yakni Gowa Discovery Park (GDP).

PT Mira Mega Wisata yang mengelola Gowa Discovery Park selama tiga tahun ini disebutkan tidak lagi menyetor pembagian hasil pendapatan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel.

Padahal dalam perjanjian bagi hasil, 80 persen untuk PT Mira Mega Wisata dan 20 persen untuk Pemprov Sulsel.

Baca Juga:  Harapan Kakanwil Kemenag terhadap Muktamar As'adiyah

Dalam rapat tersebut disebutkan bahwa alasan PT Mirah Mega Wisata tidak lagi menyetor ke Pemprov, dikarenakan mengalami kerugian selama tiga tahun terakhir.

Namun alasan itu dibantah oleh hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyebutkan Gowa Discovery Park tidak mengalami kerugian

“Katanya rugi tapi temuan BPK tidak rugi. Harus ditagih itu karena sudah tiga tahun ini PT Mira Mega Wisata tidak ada kontribusinya ke Pemprov,” ujar Anggota Komisi B dari Fraksi PKS, Aryadi Arsal dalam forum rapat.

Baca Juga:  Temu Penerapan Sertifikasi CPIB Angkatan II DKP Sulsel

Aryadi menambahkan, temuan BPK juga menyebut bahwa pembagian hasil pendapatan Gowa Discovery seharusnya 52 persen untuk PT Mira Mega Wisata dan 48 persen untuk Pemprov Sulsel.

“Dinas Pariwisata harus menindaklanjuti temuan BPK termasuk pembagian hasil 52-48,” pangkasnya.

(Muh Seilessy)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.