Kembalikan Kejayaan, Lies F Nurdin Bertemu Komunitas Pecinta Sutera

INIPASTI.COM, MAKASSAR, —Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Lies F Nurdin bertemu Komunitas Pecinta Sutera Sulawesi Selatan membahas perlunya penggunaan sutera sebagai seragam khusus daerah menggantikan batik.

Lies F Nurdin menyebutkan, tujuan Komunitas Pecinta Sutera Sulsel sejalan dengan salah satu program prioritas Pemprov Sulsel untuk mengembalikan kejayaan sutera guna menjaga dan melestarikan sutera.

Inline Ad

“Bersama Dinas Pariwisata, Dinas Perindustrian dan Dinas Koperasi Sulsel kami akan sinergikan program bersama Komunitas Pecinta Sutera Susel untuk kembali mengangkat kejayaan sutera di Sulsel,” ungkap Lies kepada Komunitas yang beranggotakan para sepuh yang ikut membangkitkan kejayaan sutera di era 1970an di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Kamis, (13/2)

Ia menuturkan falsafah dan simbol sutera yang memuat nilai sakral dan sarat makna mengenai manusia dan kehidupan akan mulai dikembalikan melalui berbagai program yang akan dikerjakan bersama Komunitas Pecinta Sutera Sulsel.

Baca Juga:  Nurdin Abdullah Akan Libatkan PT Untuk Percepatan Pembangunan di Sulsel

“Banyak karya lahir dari komunitas ini, namun mulai langka. Kami siap memfasilitasi untuk dicetak kembali kemudian dipublish terkait referensi sutera di tahun 1960 hingga 1970,” tutur Lies F Nurdin.

“Falsafah dan symbol sutera sebagai elemen penting dalam pernikahan dan pesta-pesta adat akan kembali diperkenalkan karena mulai terkikis oleh ornament-ornamen modern, nilai sarat makna dan symbol akan diangkat kembali,” tegasnya.

Ketua Komunitas Pecinta Sutera Sulsel, Nuraeni mengatakan, perlunya menanamkan kecintaan dan menjaga kelestarian sutera dengan mulai menggunakan sutera sebagai seragam untuk digunakan di seluruh jenjang pendidikan formal di Sulsel, sebagai seragam umroh baji Jemaah asal Sulsel, hingga mengandeng seluruh Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) dari seluruh daerah di Indonesia maupun yang berada di luar negeri untuk selalu menggunakan sutera sebagai seragam kebanggan milik masayarakat Sulsel.

Baca Juga:  NA Hadiri Puncak Hari Jadi Gowa Ke-699

“Untuk itu kami meminta dukungan dari Pemerintah Provinsi, dan dukungan dari Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel sangat besar untuk kami, beliau (lies F Nurdin) bahkan memuji ide yang kami sampaikan,” jelas Nuraeni.

Nuraeni menuturkan, dirinya mulai menggeluti dunia sutera sejak tahun 1969 dengan membentuk komunitas yang berkecimpung di dunia fashion yang khusus menggunakan sutera sebagai bahan utama. Ia mengatakan, meski di usianya yang ke 83, ia tetap berharap sutera dapat bertahan dan menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan.

Pemprov Sulsel sendiri tengah berfokus mengembalikan kejayaan sutera Sulsel mulai dari hulu hinga ke hilir dengan mulai memproduksi secara mandiri benang sutera dari budidaya kokon yang dikembangkan di Kabupaten Wajo dan Soppeng. Usaha ini menggandeng Dinas Kehutanan dan Dinas Perindustrian Prov. Sulsel dan direncanakan di bulan Spetember 2020, Sulsel tidak lagi melakukan impor benang sutera dari Cina.

Baca Juga:  Bapenda Sulsel Gelar Donor Darah untuk Palu-Donggala

(Iin Nurfahraeni)

Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.