Kemenkes Tetapkan 7 RS Rujukan PIE di Sulsel

Kementerian Kesehatan telah menetapkan 132 Rumah Sakit Rujukan untuk Penanggulangan Penyakit Infeksi Emerging (PIE) (Sumber: Setkab.go.id)

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Kementerian Kesehatan telah menunjuk 132 Rumah Sakit Rujukan Penanggulangan Penyakit Infeksi Emerging (PIE) yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor HK.01.07/MENKES/169/2020.

Dari 132 rumah sakit tersebut, 7 diantaranya RSUP. dr Wahidin Sudirohusodo, RS.Dr Tajuddin Chalid, MPH, RSUD Labuang Baji , RSU Andi Makkasau Parepare, kemudian RSU Lakipada Toraja, RSUD Kabupaten Sinjai, RS Tk II Pelamonia.

Inline Ad

Selain 7 rumah sakit rujukan tersebut, ada juga tiga rumah sakit penyangga untuk PIE tersebut yaitu RSUD Haji Makassar, Rumah Sakit Akademis Jaury Jusuf Putra

Dalam peraturan tersebut, Kepmen berisi tentang melakukan penatalaksanaan dugaan kasus yang berpotensi kejadian luar biasa Penyakit Infeksi Emerging Tertentu, kemudian memberikan pelayanan rujukan pasien dan rujukan spesimen yang berkualitas sesuai dengan standar, serta meningkatkan kapasitas sumber daya yang diperlukan dalam rangka penatalaksanaan dugaan kasus yang berpotensi kejadian luar biasa Penyakit Infeksi Emerging Tertentu, dan melakukan pencatatan dan pelaporan.

“Pemerintah telah menetapkan 7 rumah sakit, itu yang terbaru kemudian ada juga rumah sakit penyangga,”kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, Ichsan Mustari.

Baca Juga:  Sebisanya, Makanlah Makanan Ini setiap Hari

Menurutnya, rumah sakit yang ditunjuk dari pusat ini akan mendapat bantuan terkait dengan kesiapan untuk mengatasi penanggulangan PIE, “Kementerian telah meminta apa saja kebutuhan dari 7 rumah sakit tersebut untuk melengkapi fasilitas mereka,” katanya.

Fasilitas yang dimaksud, diantaranya baju hazmat yang wajib dimiliki oleh rumah sakit. Baju Hazmat  adalah singkatan dari hazardous materials atau bahan-bahan berbahaya), atau dikenal juga dengan nama pakaian dekontaminasi.

Namun, Ichsan tidak menutup kemungkinan bahwa Pemprov Sulsel akan menganggarkan untuk pengadaan pakaian hazmat ini atau Alat Pelindung Diri (APD) yang harus dimiliki rumah sakit tersebut.

“Ini tidak menutup kemungkinan Pemerintah Provinsi juga anggarkan untuk baju APD dan memberikannya ke rumah sakit daerah lain, minimal satu rs memiliki dua APD,”sebut Ichsan.

Sejauh ini, menurut Ichsan semua rumah sakit tersebut sedang dipersiapkan, “Kami akan cek lagi apa kekurangannya seperti pak gub, (Nurdin Abdullah, red) bilang tadi, provinsi akan mengambil peran di situ.

Baca Juga:  CPNS 2018, Begini Formasi Lengkap Tenaga Guru yang Akan Diterima

“Jadi bukan saja sebagai RS yang ditunjuk untuk infeksi tetapi dalam hal pelayanan, termasuk rencana pengadaan ambulans. Cuma jangan tanya kapan karena  ada administrasi keuangan yang harus dilewati tahapannya,”tambahnya

Ichsan juga menambahkan, bahwa sesuai arahan bahwa semua rumah sakit harus bisa jad  jadi rujukan, “Kami sudah koordinasi dengan kadis di daerah. Intinya rumah sakit akan digunakan,”paparnya

Hal senada juga diungkapkan oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, bahwa bukan cuma 7 rumah sakit tersebut tapi semua harus siap tanpa kecuali, “bukan cuma untuk itu saja termasuk juga DBD, ini jangan dianggap  jangan sampai mereka dirawat di Selasar. Maka kami persiapkan semua RS dan datanya harus valid,”katanya

Terkait sebelumnya dua rumah sakit masuk dalam rujukan kemudian diganti. Nurdin Abdullah mengaku bahwa itu tidak penting karena ini hanya kebijakan saja, “makanya saya bilang semua harus siap, belum tentu rumah sakit rujukan kosong , jangan sampai full Makanya jangan vakum disitu harus siap, saya sudah minta ke dinkes,” tegasnya

Baca Juga:  Iqbal Suhaeb dan 17 Kepala Daerah Raih Penghargaan Sang Pemimpin

(Iin Nurfahraeni)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.