Kemenpan –RB Rancang Kebijakan ASN Bisa Kerja dari Rumah

Para Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Dinas PU saat menghadiri upacara Hari Bhakti PU. Pilkada 2018, netralitas ASN akan kembali menjadi sorotan (Istimewa) 
Top Ad

INIPASTI.COM, JAKARTA – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara  Reformasi Birokrasi, sedang merancang kebijakan, dimana nantinya para Aparatur Sipil Negara (ASN) bisa kerja dimanapun termasuk dari rumah.

Hal ini diungkapkan,  Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi, Setiawan Wangsaatmaja, mengungkapkan bahwa nanti para ASN di masa yang akan datang bisa bekerja dari rumah .

“Ciri-ciri dari birokrasi 4.0 lebih efisien, lebih akurat, lebih cepat. Nanti ada fleksibilitas dalam kerja. Kami sedang merencanakan itu. Kerja dari rumah bisa, kerja dari ujung sana juga bisa,” kata Setiawan dalam Forum Merdeka Barat di Kemenpan RB,  Kamis (8/8) seperti dilansir dari tempo.co

Baca Juga:  Sebut Pengungsi Bebani Negara, Wiranto Minta Maaf

Ia mengatakan, saat ini pemerintah sedang mendesain sebuah sistem kerja ASN yang bisa meniru perusahaan rintisan atau startup. Hal ini karena, pemerintah menargetkan pada 2024, sebanyak dua juta atau setengah dari total aparatur sipil negara (ASN) saat ini sudah diisi oleh pegawai-pegawai berbasis IT.

Untuk itu, beberapa tahun belakangan ini, perekrutan ASN menggunakan sistem computerized. Sehingga, calon-calon yang lolos seleksi ASN merupakan orang-orang yang melek teknologi.

Di samping itu, berdasarkan data Global Talent Competitiveness Index 2018, Indonesia berada pada peringkat 77 dari 119 negara. Salah satu kelemahannya karena mendapatkan skor kecil untuk indikator global knowledge skills, khususnya penguasaan IT.

Baca Juga:  Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa Memberikan Santunan

Setiawan meyakini, pegawai ASN yang melek teknologi bakal menjadi tulang punggung pemerintahan. Sebab, birokrasi berkelas dunia memiliki ciri-ciri berintegritas, nasionalisme, profesionalisme, berwawasan global, IT menjadi mutlak, pertambahan bahasa, hospitality, networking, dan enterpreneurship.

(Iin Nurfahraeni)

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.