Site icon Inipasti

Kemeriahan Torch Riley Asian Games ke-XVIII di Makassar

INIPASTI.COM, MAKASSAR –Provinsi Sulawesi Selatan, dipilih sebagai salah satu daerah yang dilewati Api abadi Asian Games ke –XVIII setelah dari Papua. Kemeriahan penyambutan sudah terasa, sejak tiba di Makassar Sabtu (28/7/2018) dan siap diarak ke Kabupaten Bulukumba.

Minggu (29/7/2018) giliran kota Makassar menyambut, api abadi tersebut arak-arakan obor api Asian Games kali ini, dimulai setelah diterima secara resmi oleh Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan  Soni Sumarsono.

Soni Sumarsono ikut berlayar dan mengantar api abadi yang ditaruh tinder box (lentera). Dan menyerahkan kepada Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Madya TNI Siwi Sukma Adji.

“Baru saja saya menerima obor dari  Bapak Gubernur, saat ini kita bawa dengan KRI Dewaruci ke Pelabuhan Lantamal,” kata Siwi.

Sekira pukul 15.00 Wita kapal Dewaruci ini tiba, upacara penyambutan ada secara adat dilakukan, Lantamal menyambut dengan tarian Paraga. Hadir juga menyambut ribuan anak sekolah bersama guru mengular dari dermaga hingga pintu gerbang Lantamal (VI) 6.

Upacara (ceremony) di LANTAMAL 6 dipimpin langsung KSAL. “Sengaja dilaksanakan di Dewaruci karena khusus untuk Angakatan Laut.  Ini memiliki nilai hitorikal yang baik sekali, khususnya seluruh perwira di dididik di kapal ini,” tuturnya.

KSAL didampingi Sumarsono kemudian menyerahkan api yang ada dalam lentera, Sumarsono kemudian menyalakan api dari lentera ke obor Asian Games dan diserahkan ke atlit (duta) Asian Games.

Atlit yang menerima adalah Yustedjo, Ia merupakan mantan atlet peraih medali emas dua kali cabang olah raga tenis tahun 1978 dan 1982.

Sumarsono menyampaikan bahwa Api Obor ini memiliki arti dapat mengangkat nama baik Sulsel. “Eventnya di pelabuhan dan di Losari, dua hari ini kita full hari obor dan hari jalan sehat,” sebut Sumarsono.

Kemudian, dari penyerahan obor Asian Games dari Lantamal VI ke Tugu Mandiri. Obor Asian Games dari Tugu Mandiri diarak dengan konvoi kendaraan tiba di Jalan Haji Bau.

Dan akan diarak oleh pelari pertama, Malik Faisal menuju Anjungan City of Makassar.

Sekira 17.00 – 18.30 Wita Touch Relay dilanjutkan dengan rute melawati Makassar Golden Hotel (titik kedua), Fort Rotterdam, Gedung Kesenian, SMP Negeri 6 dan Lapangan Karebosi. Kemudian ke Monumen Mandala, berbelok ke Jalan Chairil Anwar, ke Jalan Bontolempangan, ke jalan Arif Rate, Taman Segitiga, Taman Hasanuddin, ke Jalan Sawerigading, Lapangan Hasanuddin dan finis di Rujab Gubernur Sulsel.

(Iin Nurfahraeni)

Exit mobile version