Site icon Inipasti

Kenapa China Ingin Menguasai Taiwan?

INIPASTI.COM – China berkali-kali menegaskan bahwa Taiwan merupakan bagian dari kedaulatan negara itu. Namun, negara komunis itu mengklaim ini ditolak oleh Taiwan yang menganut nilai demokratis.

Presiden Xi Jinping sendiri sempat menuturkan bahwa pemerintahannya berkomitmen untuk mencapai reunifikasi dengan Taiwan, sebagaimana dilansir CNN hari ini.

“Menyelesaikan masalah Taiwan dan menyadari reunifikasi penuh China merupakan misi sejarah dan komitmen kuat Partai Komunis China [PKC].

Itu juga merupakan aspirasi anak-anak dari negara China. Kami bakal menjunjung prinsip Satu China dan Konsensus 1992, dan memajukan reunifikasi nasional yang damai,” ujar Xi dalam pidato pada 1 Juli 2021, dikutip dari CFR.

Sementara itu, Taiwan dan China memang sempat menjadi satu negara. Namun, keduanya terpecah dalam perang sipil pada 1949, dikutip dari Firstpost.

Kala Mao Zedong berkuasa pada 1949, PKC berhasil memenangkan perang sipil dan membuat pemimpin partai nasionalis Kuomintang (KMT), Chiang Kai-shek, mengungsi ke Pulau Taiwan dan memutus hubungan dengan China.

Berbagai upaya untuk menyatukan Taiwan sempat dilakukan kedua belah pihak. Namun, upaya itu semakin kusut kala mantan Presiden Taiwan Chen Shui-bian terpilih pada 2000.

Chen merupakan tokoh dari Partai Demokratis Prografis (DPP) yang mendukung pengakuan kemerdekaan formal atas kedaulatan Taiwan.

Tak hanya itu, Presiden Taiwan Tsai Ing Wen yang menjabat pada 2016, menyatakan Taiwan sudah merdeka secara de facto.

Tsai juga menolak permintaan China untuk mengakui Taiwan sebagai bagian dari Negeri Tirai Bambu.

Tsai kemudian membangun hubungan yang lebih erat dengan Amerika Serikat, Jepang, dan sekutu lainnya. Tindakan itu dilakukan untuk mempersiapkan diri dari kemungkinan invasi China.

Dari sisi pendapat publik China, sentimen masyarakat di sana lebih mengarah pada penyatuan Taiwan sebagai bagian dari China.

Meski begitu, dukungan penyatuan Taiwan ke China tak diinginkan mayoritas penduduk Taiwan. Kebanyakan warga Taiwan saat ini mengakui identitas mereka sebagai penduduk Taiwan, dengan pemerintah dan banyak organisasi sosial mendukung pandangan tersebut.

Sementara itu, pengamat dari Universitas Indonesia, Suzie Sudarman, menilai China mencoba menggagalkan upaya Taiwan menjadi suatu negara demi penyatuan tersebut.

“Waktu Kuomintang (KMT) kalah, mereka semua menyingkir ke Taiwan. Jadi mereka pelarian, tetapi China memaksa agar mereka gagal menjadi negara, diisolasi,” kata Suzie saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu 3 Agustus 2022.

Pendapat ini juga didukung oleh pengamat hubungan internasional dari Universitas Padjajaran, Teuku Rezasyah.

“Dalam pandangan China, kedua masyarakat di China dan Taiwan adalah satu sejarah dan satu peradaban yang tidak terpisahkan.

Keduanya pernah bersatu saat melawan penjajah Jepang, dan dapat dipersatukan kembali kelak.

Hingga penyatuan tersebut terjadi, Taiwan tetap diperlakukan sebagai provinsi yang nakal,” kata Rezasyah saat diwawancara Pers, Rabu 3 Agustus 2022 (syakh/cnn)

Exit mobile version