Kho Ping Hoo: Pendekar Cengeng 3 (15)

Pendekar Cengeng Jilid 3

INIPASTI.COM – Tiba-tiba muka Dewi Suling berubah menjadi merah sekali dan ia segera melompat seperti terbang pergi dari tempat itu. Hanya sayup-sayup terdengar suara sulingnya melengking panjang semakin lama semakin pelan dan akhirnya lenyap sama sekali.

Baca juga: Pendekar Cengeng 3(14)

Inline Ad

Ouwyang Tek dan Gui Siong yang juga melihat berkelebatnya bayangan putih, tiba-tiba mereka merasa sesuatu melanggar pundak mereka dan seketika mereka terbebas daripada totokan! Keduanya meloncat bangun dan pertama-tama yang mereka lakukan adalah menyambar pakaian mereka dan memakainya.

Kemudian mereka memandang sekeliling yang sunyi senyap. Hanya suara burung-burung yang terdengar seperti nyanyian-nyanyian merdu diiringi bunyi air sungai gemercik.

Baca Juga:  Kho Ping Hoo: Pendekar Cengeng 6 (13)

“Sungguh berbahaya……!” Akhirnya Gui Siong berkata lirih, “Untung ada seorang sakti yang menolong kita. Entah siapa dia.”

Ouwyang Tek memandang sutenya. “Siapa pun dia yang telah menyelamatkan kita, Sute, peristiwa ini membuka mata kita bahwa kita masih harus belajar lagi dengan tekun sebelum terjun ke dunia persilatan. Marilah kita melapor kepada Suhu.”

Dua orang pemuda perkasa itu dengan prihatin lalu pulang ke tempat guru mereka bertapa untuk memperdalam ilmu, karena apa yang mereka alami tadi amatlah pahit, menjadi bukti bahwa ilmu kepandaian mereka masih jauh daripada memuaskan.

Baca Juga:  Kho Ping Hoo: Pendekar Cengeng 8 (2)

Hanya sebentar saja Dewi Suling merasa gentar serta takut. Setelah berlari jauh ketenangannya pulih kembali. Ia memang mengetahui bahwa bayangan putih itu hebat luar biasa kepandaiannya, tetapi jelas terbukti siapa pun adanya, bayangan putih itu tidak bermaksud membunuhnya. Hanya ia merasa menyesal tidak bisa membunuh dua orang murid Hap Tojin.

Akan tetapi kini ia telah tahu bahwa Hap Tojin tinggal tidak jauh dari kota Ho-pak dan mudahlah baginya kelak menyelidiki di mana tinggalnya musuh besarnya itu lalu turun tangan terhadap kakek itu bersama kedua muridnya.

Baca Juga:  Kho Ping Hoo: Pendekar Cengeng 3 (14)

Kalau ia teringat kepada Ouwyang Tek dan Gui Siong, ia menjadi gemas. Gemas sekali. Gurunya memberi tahu bahwa ada tiga orang musuh besar dari gurunya yaitu, pertama Hap Tojin, kedua Tho-tee-kong Liong Losu seorang hwesio. Kalau bertemu dua orang itu ia harus hati- hati tetapi tidak perlu takut sebab menurut gurunya itu, ilmu silatnya tidak kalah oleh kedua kakek itu.

Akhir dari Jilid 3.

Bersambung…

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.