Kisah Ningsih Mencari Rezeki di Tengah Ramainya Kota

INIPASTI.COM,MAKASSAR – Nanda (28 tahun) terlihat sibuk memilih boneka yang tersusun rapi di sebuah kios, di Jalan Sultan Alauddin. Sesekali, matanya mencari boneka Doraemon yang akan dijadikan kado untuk adiknya.

Sore itu, langit mulai terlihat gelap. Nanda yang mengenakan kemeja motif dipadukan rok akhirnya menemukan boneka yang dicarinya. Ia pun mengeluarkan selembar uang Rp 50 ribu dan menyerahkan kepada pemilik kios.

Inline Ad

Nanda mengatakan adiknya sengaja meminta boneka ini karena menyukai tokoh kartun Jepang tersebut. Ia sengaja singgah di kios ini kebetulan lewat, kalau singgah di Toko cukup merepotkan untuknya.

“kebetulan lewat, kalau mampir di Toko akan merepotkan lagi belum antri membayar dan sebagainya,”katanya saat ditemui di salah satu kios di Jalan Sultan Alauddin.

Nanda pun berlalu, meninggalkan pemilik kios Ninggsih (34 tahun) bersama pegawainya, sore itu.

Beberapa tahun terakhir, bisnis penjualan boneka mulai marak. Jika dulu ketika ingin membeli boneka maka harus ke toko -toko yang menjual khusus. Sekarang ini makin dimudahkan, namun seiring perkembangan jumlahnya pun tidak banyak lagi.

Di Jalan Sultan Alauddin hanya ada sekitar 4 pedagang boneka, beberapa jualan tergantung di bagian depan kios. Ningsih pun berbagi cerita, bagaimana dirinya mulai berjualan di sini. Pasang surut pembeli, pendapatan yang tidak tetap juga dirasakannya apalagi saat ini sudah masuk musim hujan.

Hari itu hanya ada beberapa boneka laku,Namun, Dia mensyukurinya setidaknya dagangannya tidak terlalu sepi.

“Memang kalau musim hujan seperti ini, biasanya sepi yang datang,” ujar Ningsih.

Ibu empat anak ini berkisah, awal mula akhirnya berdagang boneka
sejak tahun 2012. Ini dilakukannya setelah usai melangsungkan pernikahan. Usahanya ini sebagai tambahan pemasukan untuk kehidupan rumah tangganya.

Ningsih beralasan dengan membuka usaha sendiri, maka waktu luangnya dalam mengurus keluarga lebih banyak. Selain itu bisa mengasuh ke empat anaknya menjadi kepuasan tersendiri.

Baginya dalam menjalankan usaha yang paling penting adalah sebuah kejujuran dan kepercayaan. Oleh karena itu, yang paling penting kepuasan pelanggan. (bersambung)

(Resti Setiawati)

Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.