Site icon Inipasti

Kisruh Kerajaan Gowa, Ekspansi Kekuasaan Politik Zero Sum Game

INIPASTI.COM – Kisruh Kerajaan Gowa adalah kisruh kekuasaan. Antara pemerintah daerah Kabupaten Gowa dengan pewaris tahta kekuasaan kerajaan yang syah. Semula, secara personal kedua kutub kekuasaan ini pernah berulangkali berkontestasi, untuk merebut panggung kekuasaan modern melalui demokrasi. Pada kontestasi-kontestasi ini pihak Kerajaan Gowa terus menerus mengalami kekalahan.

Kini, kekuasaan yang berdiri pada kutub pemerintahan modern, sedang melakukan ekspansi kekuasaan, menerobos wilayah kekuasaan kerajaan yang sudah berdiri kokoh sejak abad 17. Kelihatannya pola perluasan kekuasaan yang dilakukan pemerintah Kabupaten Gowa bersifat zero sum game.

Istilah ini banyak dipakai di berbagai bidang. Tetapi secara umum digunakan di bidang politik yang sering menggambarkan perang atau kompetisi tertentu. Zero Sum Game berarti pada akhirnya sesuatu menghasilkan nol.
Jikalau ada dua pihak yang berkompetisi atau bertikai. Yang menang mendapatkan nilai +1 dan yang kalah mendapatkan nilai -1. Maka dapat disimbolkan sebagai berikut:
(+1) (-1) = 0

Zero sum game juga sering disebut sebagai anti pati dari negosiasi karena tujuan dari negosiasi adalah berdiskusi, mutual benefits (saling menguntungkan) dan menyelesaikan masalah/persengketaan. Sedangkan zero sum game adalah hasil dari kompetisi/perang, tidak menguntungkan dan tidak menyelesaikan permasalahan dengan damai.

Melihat pola perluasaan kekuasaan yang dilakukan oleh Bupati Gowa, terhadap kekuasaan yang disapih berdasarkan genetika itu, maka proses penyelesaian sengketa ini tidak mungkin dilakukan dengan pilihan damai. Penyelesaiannya harus dilakukan dengan pola kekuasaan. Kekuasaan memproduksi berbagai instrumen atau sistem untuk menyelesaikan sengketa.

Akan tetapi penyelesaian secara hukum bukan satu-satunya penyelesaian yang dapat membantu perasaan keadilan publik. Hukum formal bahkan bisa mencabik-cabik perasaan masyarakat awam. Oleh karena itu, pemimpin harus belajar memahami perasaan mayortas masyarakat, belajar nilai-nilai moral yang beredar bebas di atmosfir publik. Seorang pemimpin perlu kematangan moral, sebagai ekspresi dari kebijaksaan dalam mendorong spirit masyarakat.

Pemimpin tidak semestinya bertindak linier, yang hanya merujuk pada konstalasi politik formal yang biasanya dapat diatur. Pemimpin tidak boleh berdiri tegak di atas kebijakan politik formal. Pemimpin harus mempertimbangkan norma-norma, kebudayaan dan sistem sosial yang dianut oleh mayoritas publik. Pada konteks inilah, pemimpin formal di Gowa dalam melakukan ekspansi kekuasaannya menganut zero sum game. Sebuah pola pengembangan kekuasaan dengan dalil, kemenangan di atas kekalahan lawan, atau kehidupan di atas kematian lawan.

Exit mobile version