Klub Belajar Sipatokkong Gelar Pelatihan Terapi Berbasis Rumah untuk Anak Berkebutuhan Khusus
 

Top Ad

INIPASTI.COM, Yayasan Klub Belajar Sipatokkong (YKBS) menggelar Pelatihan Terapi Berbasis Rumah selama 2 hari, Sabtu – Minggu, 4 – 5 Desember 2021, di Aula BPSDM Sulawesi Selatan, Makassar, diikuti oleh 20 keluarga dan 40 relawan tenaga bantu Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Sebagai pemateri di kegiatan ini adalah Kepala Instalasi Rehabilitasi Medik RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Konsultan dan Terapis Senior di Jakarta, Dr. Nilla Mayasari, M.Kes. Sp.KFR-K, Iffah Rufaidah, S.Psi., Dipl. Montessori dan Eni Purnawati Kardimi, AMK yang merupakan orang tua dengan 3 ABK sekaligus Konsultan serta Terapis dan pemilik EPIC School di Jakarta.

Inline Ad

Menurut Devianti A.Md.Ft, Koordinator YKBS, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dasar kepada orang tua tentang penanganan anak berkebutuhan khusus, memberikan pembekalan berupa pelatihan program dasar yang bisa dilakukan di rumah, melatih motorik dan menyiapkan postur anak belajar serta mendapat pengalaman dari narasumber yang membesarkan 3 anak berkebutuhan khusus dengan diagnosa yang berbeda.

Dikatakan Devianti, Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) merupakan kelompok yang mendapat dampak sangat signifikan, baik secara fisik maupun mental akibat penutupan sekolah, klinik kesehatan dan pusat terapi yang disebabkan pandemi Covid-19.

“Mereka pada umumnya menemukan kenyamanan dalam rutinitas dan pendekatan secara individual. Ketika sekolah dan pusat terapi tutup, rutinitas itu otomatis tertutup. Maka ABK cenderung cemas dan berperilaku tidak biasanya. Orang tua harus bisa mempertahankan rutinitas itu, namun itu tidaklah mudah. Dan bagi anak-anak spesial ini, belajar secara daring juga bukanlah hal mudah.”

Lanjut dikatakan bahwa para orang tua yang memiliki anak dengan kondisi demikian juga umumnya tidak memiliki cukup keterampilan untuk mengajarkan atau memberikan stimulasi tertentu kepada ABK ini seperti halnya guru di sekolah atau terapis di klinik kesehatan dan pusat terapi.

“Walhasil, mereka pun luar biasa kerepotan menangani anaknya, dan lebih parah lagi, banyak anak yang akhirnya tidak tertangani dan mengalami kemunduran dalam perkembangannya.”

Dikatakan pula bahwa meskipun kasus Covid-19 semakin menurun dan fasilitas umum mulai terbuka, akan tetapi situasi pembatasan yang sama bisa saja terjadi lagi serta kondisi regresi anak yang mesti segera dikembalikan membuat antisipasi dan penanganan terapi berbasis rumah perlu untuk mulai diterapkan oleh para keluarga dengan ABK.

Menurut Ismawati, S.Psi., Ketua Panitia Kegiatan, YKBS yang sejak tahun 2016 merintis program kemandirian keluarga dengan ABK khususnya pelibatan orang tua secara penuh untuk “Bersama Berdaya” melalui pendampingan program, material ajar dan tenaga bantu/terapis untuk mendampingi keluarga pra-sejahtera dengan ABK.

Bottom ad

Leave a Reply