Penulis : Yusran A Yahya
INIPASTI.COM,MAKASSAR – Budidaya lebah madu selain berkontribusi positif dari aspek ekonomi masyarakat sekitar juga pada aspek ekologis. Nilai jual produknya berupa madu, tepung sari, royal jelly, dan propolis sangat tinggi. Di sisi lain, lebah merupakan salah satu vektor dalam penyerbukan tanaman sehingga memiliki nilai ekologis yang baik.
Hal ini disampaikan Dr Ir Budiaman, MP, Tim Teknis “IBM Sosialisasi Teknologi Budidaya dan Konservasi Lebah Madu Ramah Lingkungan Sebagai Sumber Pendapatan Masyarakat”, saat pembukaan kegiatan tersebut di Aula Kantor Kelurahan Kahu, Kecamatan Bontocani, Minggu (2/10).
“Kegiatan dengan tema budidaya lebah madu ini dipilih selain memiliki prospek ekonomi yang sangat bagus, juga sangat ramah lingkungan serta sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat di daerah sekitar hutan,” lanjut Dosen Fakultas Kehutanan Unhas ini.
Hadir dalam pembukaan kegiatan ini tim teknis lainnya yaitu Dr Ir Baharuddin MP, Prof Dr Iswara Gautama, Dr Andi Sadapotto, serta Penyuluh Pertanian Yusran A Yahya, Kepala UPTD Kehutanan Massaoba, Seklur Kahu Husain dan babinsa serta babinkantibmas kelurahan Kahu.
Peserta berjumlah 50 orang dari perwakilan kelompok tani maupun masyarakat di Kecamatan Bontocani, khususnya Gapoktan Sihie, Kelurahan Kahu. Selain pemaparan materi dan diskusi juga praktik budidaya lebah madu, pembuatan kotak lebah, pembelahan koloni dan sebagainya. (*)
Baca juga :Penyuluh-Petani ikuti Bimtek Pertanian Organik
//










