I Lagaligo, Strategi Politik Kebudayaan Nasional

Pakar budaya Unhas, Prof Dr Nurhayati Rahman, M.Hum

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Kembalinya 12 jilid naskah asli I Lagaligo ke pemilik aslinya dari Pemerintah Belanda ke masyarakat Indonesia merupakan suatu momen yang sangat luar biasa.

Selama bertahun-tahun naskah itu tersimpan di Universitas Leiden Belanda dan tidak lama lagi akan dengan sangat mudah diakses lewat online di seluruh pelosok dunia.

Baca Juga:  Syahrul Dapat Gelar Adat Kehormatan Toraja
Inline Ad

Ditemui di kantor Puslitbang Kependudukan dan Gender (P3KG) Unhas Tamalanrea, Jumat (2/9/2016), pakar budaya Unhas, Prof Dr Nurhayati Rahman, M.Hum, menegaskan akses naskah I Lagaligo ke media online, sekaligus menjadi salah satu strategi politik kebudayaan.

Strategi itu dalam memperkenalkan dan mewariskan aksara lontara terutama bagi generasi muda di kalangan anak-anak Bugis, tegasya.

Baca Juga:  Syahrul: Festival Lagu Daerah Cara Melestarikan Budaya

Naskah I Lagaligo sudah mendunia dan melintasi benua dan negara malah di kantor PBB dikenal sebagai Memori of The World dan telah menjadi milik dunia, tegas Nurhayati Rahman.

Baca juga: Akhirnya, 12 Jilid Naskah I Lagaligo Kembali

Baca Juga:  Rayakan HUT Kaisar Jepang di Makassar, Sake dan Sushi Jadi Hidangan

Catatan membuktikan naskah I Lagaligo, terpanjang di dunia dengan 356 ribu bait. Naskah lainnya yang mendunia Hercules hanya 75 ribu bait serta Mahabarata hanya 150 ribu bait, tegasnya.

Naskah I Lagaligo yang berjumlah 12 jilid baru sepertiga yang terekam masih terlalu banyak yang belum sempat disalin ulang dan dikumpulkan, ungkapnya.

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.