Lantik Dua Kepala Daerah, NA Singgung Kejayaan Coklat di Sulsel

Nurdin Abdullah saat melantik dua kepala daerah yakni Wajo dan Luwu.

INIPASTI.COM, MAKASSAR, — Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah melakukan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan kepada dua Bupati dan Wakil Bupati Masa Jabatan 2019-2024 di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Jum’at (15/2).

Pelantikan dua Kepala daerah tersebut yakni, Bupati – Wakil Bupati Wajo, Amran Mahmud dan Amran serta Bupati – Wakil Bupati Luwu Basmin Mattayang – Syukur Bijak.

Kedua pasangan ini terpilih melalui Pemilihan Kepala Daerah serentak yang berlangsung 27 Juni 2018 lalu.

“Saya percaya bahwa saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-sebaiknya,” kata Nurdin Abdullah.

Sementara dalam sambutannya dan arahannya, NA menyampaikan bahwa mereka yang terpilih adalah pemimpin yang berpengalaman.

10 tahun lalu Basming Mattayang mengakhir masa jabatan dan Syukur Bijak lima tahun lalu mengakiri masa jabatan sebagai Wakil Bupati Luwu. Sementara Amran Mahmud lima tahun lalu sebagai Wakil Bupati Wajo dan didampingi oleh Wakil Bupati saat ini dari latar belakang usahawan.

Baca Juga:  Ketua PKK Sulsel Imbau Kurangi Gunakan Plastik Untuk Cegah Kanker

“Saya mewakili masyarakat menyampaikan selamat kepada Bupati/Wakil Bupati Wajo dan Luwu, istri dan keluarga,” sebut Nurdin Abdullah.

NA menyampaikan beberapa hal, termasuk dunia pendidikan, termasuk untuk pengangkatan kepala cabang dinas untuk mengajak bicara kepala daerah. Hal Ini dalam rangka untuk membangun sinergi bersama. Selanjutnya, SKPD, sebagai pemimpin jika ada program provinsi masuk ke daerah yang belum tentu program daerah

“Saya yakin banyak usulan masyarakat. Ini tentu butuh sinergi dan kemitraan untuk diselesaikan. Dari hari ke hari memberikan perhatian, bahwa teman-teman di Pemprov untuk komunikasi dengan teman-teman pimpinan daerah,” ujarnya.

Baca Juga:  Agus AN Resmikan Pemanfaatan Mesjid Lukman Al Hakim

Daerah harus diberdayakan. Terjadi lonjakan Bantuan Keuangan Daerah dengan daerah diberikan bantuan dalam jumlah yang besar. Tahun ini yang belum dapat, tahun depan akan dapat. Diketahui tahun ini bantuan daerah yang ada Rp300 Miliar.

Dia juga menyampaikan kepada para bupati, bahwa coklat yang selama ini menjadi primadona, sudah mengalami masalah, coklat bukan lagi kebanggaan dan menjadi pekerjaan rumah. Bahkan industri sudah mulai mengimpor coklat. Hal lainnya, soal benih, melalui Mentan dan memberikan respon untuk menjadikan Sulsel sebagai sentra benih coklat.

“Tentu Luwu Raya akan kita sebagaikan sentra pembenihan coklat,” paparnya.

(Muh. Seilessy)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.