Mahasiswa Unismuh Diatas 7 Tahun di DO

Rektor Unismuh Makassar, Dr H Abdul Rahman Rahim, SE, MM (tengah) didampingi para wakil rektor – nasrullah---
Top Ad

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Batas studi mahasiswa Universtias Muhammadiyah Makassar maksimal hanya 7 tahun atau 14 semester. Lebih dari batas waktu 7 tahun mahasiswa akan dikeluarkan atau di DO dari Kampus Unismuh.
“Mahasiswa mulai di warning awal setelah sesudah melampaui masa kuliah 4 tahun hingga 7 tahun. Ini penting dilakukan warning awal agar mahasiswa masih diberi kesempatan untuk memperbaiki kekurangannya, agat terselamatkan dan tidak terancam dikeluarkan,”tandas Rektor Unismuh Dr H Abdul Rahman Rahim, SE, MM usai memipin rapat pimpinan diperluas di ruang rapat rektorat, Rabu (12/4/2017).

Dalam rapat pimpinan diperluas, yang dihadiri seluruh wakil rektor, Wakil Rektor I, Rahim Nanda, Wakil Rektor II, Andi Sukri Syamsuri, Wakil Rektor III, Muh. Tahir, Wakil Rektor IV, Saleh Mollah, Dekan, Direktur Humas, Protokol dan Kerjasama, Mahmud Nuhung, Direktur Pascasarjana, Ide Said serta sejumlah pimpinan lembaga mamupun unit Unismuh Makassar.

Baca Juga:  Maba Unasman Diberi Kuliah Al Asyariahan

Dalam rapat tersebut, ada tiga hal pokok yang dibicarakan. Pertama, terkait dengan peningkatan pelayanan akademik di kampus, kedua, terkait batas waktu studi mahasiswa sampai 7 tahun, dan dalam rangka milad dan wisuda sarjana dan pascasarjana yang dilaksanakan pasca lebaran ramadan

.
Rektor mengatakan, khusus untuk milad dan wisuda tahun ini akan lebih semarak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ada beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan, yakni kegiatan akademik, olahraga dan seni. “Momennya sangat bagus karena dilaksanakan setelah bulan suci ramadan,”ujar rektor.

Baca Juga:  Gathering Crew Radio Syiar

Dalam rapat tersebut, banyak masukan yang disampaikan yang terkait dengan peningkatan pelayanan, adalah ketersediaan sarana dan prasarana mutlak diadakan. “Memang sekarang ini sudah menjadi kebijakan bahwa untuk memperbaiki pelayanan maka sarana dan prasarana harus mendukung, seperti pengadaan laboratorium dan lainnya,”ujar Rahman.

Terkait dengan sarana dan prasarana, rektor minta kepada seluruh dekan, untuk menyusun rencana pengadaan fasilitas yang dibutuhkan selama waktu satu tahun. Dan soal pengamanan fasilitas fakultas dekan harus bertanggung jawab mengontrol fasilitas yang dimiliki fakultas.