Melacak Keberadaan Harun Masiku, Ketua KPK Minta Segera Serahkan Diri

Top Ad

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Keberadaan kader PDI Perjuangan Harun Masiku sampai saat ini masih menjadi tanda tanya besar, walaupun saat ini dipastikan telah berada di Indonesia sejak 7 Januari lalu, namun baik itu dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian belum berhasil menemukannya.

Polemik muncul, karena kepastian Harun yang menjadi tersangka dugaan kasus korupsi terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan untuk proses pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI periode 2019-2024.

Seperti dilansir dari tempo.co, perjalanan Harun Masuki menuju Cengkareng sejak 7 Januari. Dalam manifes tersebut, Harun duduk di kursi 3C di kelas C Tertulis di manifes itu nomor penerbangan ID 7156 dengan nomor registrasi PK LAW, tempat keberangkatan SIN, dan tempat tujuan CGK.

Dari penelusuran tersebut, pesawat yang ditumpangi Harun saat itu adalah Batik Air. Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini terbang pada 16.35 waktu setempat dari Gate A16 Bandara Changi.

Baca Juga:  Partai Demokrat Sesalkan Andi Arief Terjerat Narkoba

Sebelumnya, Imigrasi menyatakan Harun Masiku masih di luar negeri setelah operasi tangkap tangan KPK pada Kamis, (9/1)

Ketua KPK Firli Basuri, mengaku sampai saat ini belum mengetahui keberadaan Harun Masuki, termasuk informasi yang menyebutkan, telah berada di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, sejak masuk ke Indonesia pada 7 Januari lalu

” kami sudah sampaikan kepada semua pihak, untuk melakukan upaya penangkapan. Saya juga imbau kepada seluruh masyarakat yang tahu tentang keberadaan saudara tersangka untuk memberitahukan, dan lebih khusus lagi kepada tersangka, supaya segera menyerahkan diri karena kapanpun dia pasti akan kita cari dan akan kita tangkap,” urai Firli.

Ia pun mengaku menerima semua semua informasi yang masuk, dan ditindaklanjuti.

“Sampai hari ini belum ada informasi itu.Kalau sudah tahu tempatnya, pasti akan kita datangin dan kita tangkap,” katanya menjawab pertanyaan tentang keberadaan Harun Masiku di Toraja.

Baca Juga:  Hari Ini, Puncak Peringatan HKSN Dilaksanakan di Gorontalo

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Ibrahim Tompo yang dikonfirmasi tentang kemungkinan Polda Sulsel mendeteksi atau menerima informasi keberadaan Harun Masiku di Wilayah Sulsel, enggan komentar banyak.

Menurut Ibrahim, Harun Masiku adalah DPO (daftar pencarion orang) KPK, sehingga Polda Sulsel secara teknis, tidak akan menginfokan jika ikut melakukan pencarian, karena itu akan menghambat proses mendapatkan tersangka tersebut.

“Biasanyakan kalau ada progres KPK akan menginformasikan setelah ada penangkapan. Sebelum penangkapan pasti silent,” tukas Ibrahim.

Adanya informasi yang menyebutkan Harun Masiku ada di Sulsel, Ibrahim menyebut jika itu informasi yang bersifat umum, siapapun bisa menginfokan, siapa pun itu, baik KPK sendiri, masyarakat umum dan atau polisi.

“Kalo keberadaan buron yang beredar sekarang di Toraja, itu juga masih isu. Tapi kita sudah informasikan untuk lidik. Tapi kan tentu tidak diinfokan, karena tertutup, kalau diinfokan ke publik kan malah salah,” pungkas Ibrahim.

Baca Juga:  Bupati Bantaeng Dorong Persakmi Lahirkan Program Pemerataan Layanan Kesehatan

(Iin Nurfahraeni)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.