Mendagri Sebut Penerapan e-Voting Belum Bisa Dilakukan Pada Pilkada 2020

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Ditengah pandemi virus Corona (Covid-19), Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020 akan tetap dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan  dengan ketat. Namun, pemerintah belum menyiapkan  pemilihan secara elektronik dengan e-voting.

Inline Ad

Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, mengungkapkan jika telah berkonsultasi dan diskusi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan ternyata sistemnya belum siap, karena memerlukan waktu untuk membangun jaringan.

“Terlebih lagi, e-voting itu harus didukung dengan kemampuan teknologi internet terutama. Sementara beberapa daerah itu jaringan internetnya masih lemot atau tidak jalan, seperti di Papua, daerah laut, pulau terpencil,” kata Tito.

Baca Juga:  Sulsel Dilanda Banjir, Wagub Sulsel Gelar Rakor

Selain itu, Tito juga menambahkan ada semacam arus balik di dunia perpemiluan. “Bahwa yang paling transparan itu adalah yang manual, yaitu yang dihitung dari atau per-TPS naik ke atas terus sampai ke kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, sampai ke tingkat nasional. Karena bisa dilakukan check tiap tahapan,” sebut Tito.

Sedangkan jika menggunakan e-voting ini langsung ke sistem. ”  ada rasa kekurangpercayaan, apalagi dengan adanya kemampuan hacking seperti sekarang. Bisa terjadi orang merubah angka dibtengah jalan. Sistem checking-nya kurang,” sambungnya.

Sehingga tegas Tito, pada Pilkada serentak 2020 ini, e-voting belum menjadi pilihan. “Tapi tidak tahu untuk kedepannya nanti seperti apa,” pungkasya.

Baca Juga:  Polsek Panakukkang, Pilot Percontohan di Indonesia

Sebelumnya, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah sendiri pernah mengatakan jika memang e-voting itu sebenarnya bisa memangkas anggaran. Dan sudah pernah dilakukan uji coba bada masa memasuki periode kedua menjabat sebagai bupati di Bantaeng.

(Iin Nurfahraeni)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.