Mendagri: Serangan Fajar “Racun” Demokrasi

Sumber Ilustrasi: Pexels.com
Sumber Ilustrasi: Pexels.com

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta Tim Pemantauan Pemilu mendeteksi serangan fajar yang mungkin terjadi menjelang hari pencoblosan. Sebab dia menilai, hal itu merupakan “racun” bagi proses berdemokrasi.

“Gerakan serangan fajar dan politik uang segera hindari dan deteksi karena ini merupakan racun demokrasi yang sangat berbahaya yang dapat mengganggu proses konsolidasi demokrasi kita ke depan,” ujar Tjahjo saat memberikan pembekalan kepada Tim Pemantau Pemilu Serentak tahun 2019.

Baca Juga:  Kisah Hidup Taufik Kiemas Diangkat Ke Layar Lebar

Selain serangan fajar atau politik uang, racun demokrasi yang saat ini juga sedang berkembang adalah fitnah dan berita bohong atau hoaks. Penyebaran hoaks memang dinilai perlu diberi perhatian serius karena dapat menyesatkan dan mengadu domba masyarakat.

Saat memberi pembekalan, Tjahjo juga mengkritisi masa kampanye yang dianggapnya terlalu lama. Diperlukan pengawasan ekstra ketat agar tak terjadi hal-hal yang dapat mencederai proses demokrasi.

Dia berharap jadwal kampanye yang panjang tersebut dapat dievaluasi. “Agar pemilu 2024 bisa lebih efektif, efisien, untuk mewujudkan sistem presidensil dan terpilih pemimpin yang amanah,” kata Tjahjo. (MDS01)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.