Mengadu ke Dewan, Warga Minasaupa Protes U-Turn Hertasning Baru Ditutup

Rapat dengar pendapat komisi D bersama Dishub, Dirlantas Polda Sulsel dan Warga Minasaupa dan Paopao.

INIPASTI.COM, MAKASSAR, — Warga Kelurahan Minasaupa dan Paopao tersulut emosi saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi D DPRD Sulsel, Dirlantas Polda Sulsel, Dinas Perhubungan di Lantai 6 Gedung Tower DPRD Sulsel, Rabu 26 Februari 2020.

RDP yang dihadiri belasan warga dua kelurahan itu membahas terkait U-turn atau putaran arah balik yang ditutup sepanjang jalan Hertasning Baru hingga jalan Tun Abdul Razak Gowa.

Inline Ad

Mereka beralasan selama penutupan U-turn atau putaran arah balik itu, masyarakat merasa dirugikan karena jarak tempuh semakin jauh. Akibatnya semua kendaraan bertumpuk ke U-Turn depan Paopao sehingga menimbulkan kemacepatan panjang di jalan Tun Abdul Razak.

“Masyarakat dari Minasaupa dan Paopao. Setelah ada penutupan kami merasa sangat dirugikan, jarak tempuh kami terlalu jauh, setelah penutupan ini terjadi banyak kecelakaan,” kata salah satu warga Minasaupa, Rizal yang hadir dalam RDP.

Baca Juga:  Bapenda Sebut Laskar Peduli Pajak Bantu Optimalkan PAD

Ia mengatakan selama penutupan telah terjadi 4 kali kecelakaan yang merengguk nyawa. Selain itu, warga yang pulang kerja di malam hari harus putar jauh di Paopao dan sangat rawan terjadinya kejahatan.

“Terutama anak gadis pulang kerja pas malam dia harus putar di Paopao agak jauh sangat rawan,” ujarnya.

Ia merasa rekayasa untuk mengurai kemacetan yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan ini sangat tidak menguntungkan warga. Warga juga mengancam akan berbuat anarkis jika Dishub tak buka beberapa U-turn.

“Jangan memancing kami masyarakat untik membuat anarkis kalau keluhan kami tidak di dengar,” pintahnya.

Baca Juga:  Agus AN Ingatkan Transparansi Keuangan Daerah

Ketua komisi D DPRD Sulsel, John Rende Mangontan mengatakan banyak keluhan warga saat RDP terutama soal dampak kemacetan yang ditimbulkan dari penutupan putaran arah balik dari Hertasning Baru sampai ke Jalan Tun Abdul Razak.

Ia menjelaskan masukan dari masyarakat melalui RDP telah dikoordinasikan dengan dinas Perhubungan baik Kabupaten Gowa maupun Makassar dan Provinsi Sulsel.

“Dan alhamdulillah sudah di putuskan bahwa besok jam 10 pagi kita tinjau lapangan untuk dimana kita buka titik simpul itu sendiri sehingga ada pembagian arus lalulintas yang tidak otomatis hanya ke Paopao,” ujarnya.

(Muh. Seilessy)

Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.