Menjadi Pribadi Inovatif

Top Ad

Oleh:  Dr. Ade Mujhiyat

(Sekretaris Staf Khusus Menteri Bidang Kebijakan Pembangunan Pertanian)

Inline Ad

INIPASTI.COM, OPINI — Masyarakat modern sangat membutuhkan hadirnya pribadi-pribadi unggul yang inovatif. Keberadaan pribadi-pribadi inovatif ini diharapkan dapat menggerakkan kehidupan sosial untuk perubahan.

Proses pendidikan sejatinya bisa mendorong anak manusia menjadi pribadi inovatif yang tersadarkan (corpo consciente). Pribadi yang menghayati relasi dirinya dengan dunia sekitar dan dengan Tuhannya. Juga yang bisa mendorong seseorang untuk selalu berdialog dan bekerjasama dengan orang lain. Sehingga, ada pertemuan antara manusia dengan perantaraan dunia (alam) sekitarnya, guna mengangkat martabat insaninya.

Pribadi-pribadi inovatif yang diharapkan kehadirannya dalam kehidupan sosial masyarakat dapat dilihat dari empat dimensi sikap, yaitu: sikap terhadap realitas, persepsi terhadap peranannya dalam masyarakat, gaya kepemimpinan, dan tingkat kreativitas serta inovatif (Tilaar, 2002). Keempat dimensi sikap ini menjadi modal dasar untuk para pribadi inovatif.

Sikap  pribadi inovatif terhadap realitas senantiasa menyelidiki dan manipulatif ngotot mencari sebab-sebab yang reguler mendasari gejala sosial dalam rangka untuk mempengaruhi dan mengontrol gejala tersebut. Sementara persepsinya terhadap peranan dalam masyarakat selalu mengambil tanggung jawab terhadap kekurangan-kekurangan yang terjadi dan mencari solusi terbaik serta berusaha mengintrodusir perubahan.

Adapungaya kepemimpinan pribadi inovatif ia mengedepankan keterbukaan dan toleransi terhadap bawahan dalam rangka menganjurkan orisinalitas dan sikap serta tindakan inovatif. Sedangkan  tingkat kreativitas dan inovasi pribadi inovatif senantiasa memberikan penghargaan pada keaslian dan kebaharuan (novelty) serta memotivasi rasa ingin tahu yang terus-menerus.

Untuk melahirkan pribadi inovatif yang merupakan SDM unggul dalam pembangunan peradaban sebuah masyarakat, maka dibutuhkan upaya yang serius melalui proses pendidikan dan pembelajaran sepanjang hayat. Yang menekankan pada terwujudnya insan cerdas yang inovatif dengan karakter dan sifat-sifat khusus yang melekat pada dirinya.

Hasil penelitian yang dilakukan Jack Zenger dan Joseph Folkman berjudul 10 Traits of Innovative Leaders menyimpulkan bahwa ada 10 sifat pribadi inovatif, yaitu: 1) Menampilkan visi strategis yang unggul (strategic vision), 2) Memiliki fokus yang kuat pada customer (customer oriented), 3) Menciptakan iklim saling percaya (mutual trust), 4) Menunjukkan kesetiaan untuk melakukan sesuatu yang benar bagi organisasi dan customer (true), 5) Mereka mendengar inovasi dari level bawah (listen), 6) Persuasif (persuasive), 7) Mengatur jangkauan tujuan dengan sangat baik (acheivable), 8) Menekankan kecepatan (Speed), 9) Terbuka dalam berkomunikasi (open), dan 10) Menginspirasi dan memotivasi melalui tindakan (inspirative) (Gamal Albinsaid, 2018).

Kita berharap praksis pendidikan nasional melalui konsep merdeka belajar mampu melahirkan pribadi-pribadi inovatif yang visioner, terpercaya, konsisten pada kebenaran, handal, cekatan, terukur, komunikatif dan inspiratif.  Sehingga cita-cita membangun Indonesia yang unggul, maju, mandiri dan modern dapat dicapai dengan gemilang. Wallahuálam bish shawab.

Bottom ad

Leave a Reply