Merancang Kehidupan

Oleh: Dr. Ade Mujhiyat

(Sekretaris Staf Khusus Menteri Bidang Kebijakan Pembangunan Pertanian)

Inline Ad

INIPASTI.COM, OPINI– Setiap orang membutuhkan rencana hidup. Demi keberlangsungannya di masa depan. Merancang kehidupan merupakan salah satu cara untuk mencapai kesuksesan. Merancang atau merencanakan berarti mempersiapkan rangkaian tindakan untuk mencapai tujuan yang diinginkan di masa depan.

Seseorang dapat merancang agenda-agenda spesifik dalam hidupnya untuk menjaga stabilitas, kebahagiaan, kesehatan, keuangan dan mewujudkan kesuksesan. Sumber utama dalam merencanakan kehidupan tersebut bisa berasal dari mimpi, tujuan hidup, strategi dan pengalaman hidup masa lalu.

Menurut Alfred Adler (w. 1973) rencana hidup atau life plan adalah strategi seseorang dalam menghadapi dunia di sekitarnya (our strategy to deal with the world around us). Sedangkan J.P Chaplin (2008) menjelaskan bahwa rencana hidup adalah sebagai gaya hidup seseorang, termasuk khayalan pembimbingnya, usaha-usaha untuk mencapai superioritas, dan upaya merasionalisasi kegagalannya. Sementara Hans Glint (2006) menegaskan bahwa rencana hidup menyajikan apa yang kita butuhkan dalam hidup, membangun reputasi, dan meningkatkan kualitas hidup.

Dari penjelasan tersebut dapat difahami bahwa rencana hidup merupakan segala macam usaha yang dilakukan untuk mewujudkan kehidupan yang diinginkan dan mengupayakan berbagai hal agar dapat mengatasi kegagalan. Rencana hidup adalah sebuah proses yang memandu seseorang dalam menentukan persiapan hidupnya untuk jangka waktu tertentu, membantu dalam memperjelas mimpi, visi, misi, tujuan, talenta, tantangan, serta untuk mengidentifikasi langkah-langkah dan strategi yang harus ditempuh untuk menciptakan kehidupan sesuai dengan yang diharapkan.

Demikian pentingnya rancangan kehidupan harus dimiliki seseorang. Karena dengannya ia dapat menyiapkan tujuan hidup di masa depan, memprediksi kemungkinan tantangan dan hambatan yang akan dihadapi, serta dapat mengidentifikasi langkah-langkah yang dibutuhkan untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik sesuai cita-cita. Sehingga jalan hidupnya bisa berjalan dengan baik dan mulus serta tidak mengalami kekacauan.

Sebaliknya, jika seseorang tidak memiliki rancangan kehidupan, maka ia akan merasa gamang dan berjalan tanpa arah. Tidak adanya rancangan kehidupan akan membuat seseorang mengalami hal-hal sebagai berikut: Pertama, ia tidak memiliki arah tindakan yang jelas atau tidak memiliki prioritas pilihan hidup. Kedua, ia tidak dapat memahami dan tidak mampu memanfaatkan kesempatan untuk mecapai keberhasilan hidup. Ketiga, ia juga tidak dapat memahami kebutuhan atau prasyarat yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Keempat, tindakan yang dilakukannya menjadi tidak terfokus. Kelima, ia akan rentan mengalami stress dan gangguan kejiwaan.

Merancang kehidupan pada hakekatnya adalah penetapan kondisi sejak dini untuk masa depan yang kita kehendaki (choosing our desired future today) beserta langkah-langkah yang kita perlukan dalam mewujudkan kondisi tersebut. Peter F. Drucker (1996) menegaskan, the purpose of the work on making the future is not to decide what should be done tomorrow, but what should be done today to have tomorrow. Bahwa  untuk mewujudkan masa depan yang kita kehendaki, kita harus melakukan pemilihan sekarang, bukan di masa depan.

Sementara Wolfgang Grulke (2001) menjelaskan, the future is a matter of choice, not chance. Bahwa satu-satunya keadaan yang dapat dikendalikan oleh manusia adalah masa depannya. Karenanya, agar dapat mengendalikan masa depan, seseorang harus membangun peta perjalanan hidupnya. Sehingga usia kehidupannya menjadi semakin bermanfaat dan bermakna. Sebagaimana ditegaskan dalam sebuah hadits Nabi SAW: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (HR. Ath-Thabrani).

Dengan adanya rancangan kehidupan yang baik, seseorang akan mendapatkan manfaat yang banyak, diantaranya: 1) merasa mantap dan semangat dalam menjalani hidup, 2) ia akan mampu menjalani kehidupannya secara harmoni, seimbang dan selaras, dan 3) ia juga akan terhindar dari keletihan kronis dan stres yang bisa berakibat pada gangguan kejiwaan baik psikologis maupun fisiologis. Semoga kita mampu merancang kehidupan lebih baik untuk masa yang akan datang.  Tidak hanya sebatas pada saat di dunia, tapi lebih jauh lagi untuk kehidupan akhirat. Wallahu a’lam bish shawab…

 

Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.