MK Tolak Semua Gugatan Pilkada di Sulsel

Gedung MK/ Instagram

INIPASTI.COM, MAKASSAR, – Mahkamah Konstitusi (MK) tolak semua gugatan yang diajukan terkait dengan Pilkada serentak 2018 di Sulsel.

Terhitung gugatan sengketa Pilkada yang diajukan 6 daerah di Sulsel diantaranya, gugatan pasangan Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) dan Moh Ramadhan Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi) di Pilwalkot Makassar.

Pasangan Takyuddin Masse-Mizar Roem di Pilkada Sinjai, pasangan Andi Sugiarti Mangun Karim-Andi Mappatoba di Bantaeng, pasangan Ahmad Syarifuddin-Budi di Palopo, dan Pasangan Andi Faisal-Asriady Samad di Parepare.

Khusus putusan Appi-Cicu, MK saat dibacakan putusan yang dipimpin oleh Anwar Usman didampingi oleh 8 hakim MK lainnya yakni, I Dewa Gede Palguna, Manahan MP Sitompul, Maria Farida Indrati, Aswanto, Arief Hidayat, Suhartoyo, dan Saldi Isra. secara tegas menyatakan tidak dapat menerima gugatan Appi-Cicu.

Baca Juga:  Komunitas Pemuda PACU Siap Menangkan Appi-Cicu di Pilwali Makassar

MK menolak gugatan Appi-Cicu, salah satunya terkait selisih ketentuan pengajuan permohonan sengketa Pilwalkot Makassar. Dimana disebutkan, jumlah penduduk Kota Makassar adalah 1.663.479 jiwa dengan selisih 0,5 persen atau 2.825 suara untuk syarat gugatan.

Sementara, perbedaan suara Appi -Cicu dengan kolom kosong adalah 36.550 suara, atau lebih dari syarat 2.825 suara. “Lebih dari 2.825 suara,” ujar Anwar Usman.

Sedangkan, pasangan DIAmi yang menggugat lantaran menganggap KPU Kota Makassar, tidak melaksanakan perintah Panwaslu untuk mengembalikan status DIAmi sebagai paslon yang akan bertarung di Pilwalkot Makassar.

Baca Juga:  4 Periode di DPRD Sulsel, Ini Alasan PDIP Tak Dorong Danpontasik ke Senayan

Namun MK secara tegas menolak permohonan gugatan DIAmi.

Sementara, permohonan gugatan Takyuddin Masse-Mizar Roem juga ditolak. Dikarenakan pemohon tidak menghadiri persidangan.

“Dengan demikian mahkamah berpendapat pemohon tidak bersungguh-sungguh dengan pemohonnya sehingga permohonnya dinyatakan gugur,” ujar Anwar saat membacakan putusan.

(Muh Seilessy)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.