Motivasi Dalam Bekerja

Oleh: Dr. Ade Mujhiyat

INIPASTI.COM, OPINI — Motivasi bisa menjadi sumber energi bagi seseorang dalam beraktivitas. Adanya motivasi dalam bekerja dapat menciptakan lingkungan kerja yang positif dan kondusif. Para pegawai akan merasa passionate (bergairah) dengan apa yang dikerjakan, berkat adanya motivasi tersebut.

Inline Ad

Namun sebaliknya, jika tanpa ada motivasi dan ketertarikan terhadap pekerjaan, para pegawai bisa abai dan merasa lepas dari target dan tujuan secara keseluruhan, sehingga mengurangi kualitas performanya. Bukannya memberikan kinerja terbaik, mereka malah hanya akan bekerja seadanya, agar tidak dipecat.

Pegawai yang bekerja tanpa motivasi cenderung menjadi cepat merasa puas. Mereka tanpa sadar telah bekerja dengan menerapkan level di bawah kemampuannya. Padahal sejatinya mereka masih bisa melakukan pekerjaan lebih dari itu.

Sebetulnya, pada saat memasuki dunia kerja, secara natural para pegawai sudah memiliki niat untuk bekerja secara maksimal dan ingin memberikan hasil terbaik. Pada dasarnya, mereka sebetulnya memiliki motivasi kerja yang cukup tinggi. Maka, menjadi tugas pimpinan untuk mencegah agar tingkat motivasi pegawai tidak menurun atau bahkan hilang sama sekali.

Dalam tulisan ini, kita akan mengulas tentang hakekat motivasi dan dimensi yang ada dalam motivasi. Menurut Aseanty (2016) motivasi didefinisikan sebagai serangkaian proses yang membangkitkan, mengarahkan, dan mempertahankan perilaku manusia untuk mencapai beberapa tujuan. Motivasi sebagaimana dijelaskan Saleem, Mahmood, & Mahmood, (2010) dapat digambarkan sebagai kekuatan pendorong yang membuat orang-orang mau melakukan yang terbaik dalam melakukan sesuatu. Motivasi dalam bekerja menurut Craig C. Pender (2008) merupakan sejumlah kekuatan yang mendorong dari dalam dan dari luar diri seseorang untuk memulai perilakunya yang berkaitan dengan kerja, menentukan format, arah, intensitas, dan jangka waktunya.

Baca Juga:  MTS UPH Kawal Industri Konstruksi Indonesia Meresponi Pandemi COVID-19

Motivasi dalam bekerja dapat dipahami sebagai salah satu motivasi yang muncul dalam mencapai tujuan yang ditetapkan pada organisasi dimana seseorang bekerja. Seed (2012) menegaskan bahwa motivasi dalam bekerja merupakan suatu proses untuk mendorong karyawan dalam mencapai tujuan pekerjaan. Bahkan motivasi dalam bekerja juga bisa menjadi harapan setiap karyawan untuk menjadi pendorong mereka dalam mencapai tujuannya. Sehingga para pegawai dapat bekerja dengan bergairah dan bisa mencapai bahkan melampai target yang telah ditetapkan.

Penjelasan tersebut menegaskan bahwa salah satu kebutuhan atau tujuan dalam konsep motivasi adalah bekerja. Tentu saja bekerja dengan format, arah, gairah dan intensitas yang terbaik untuk mencapai target dan tujuan organisasi.

Selain untuk mencapai tujuan kerja, motivasi dapat dikatakan juga sebagai dorongan, energi, penggerak yang mendorong seseorang mengerjakan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya dalam mencapai tujuan organisasi. Dapat dikatakan pula bahwa motivasi dalam bekerja merupakan proses yang mengarahkan dan mempertahankan kinerja. Sohail, Safdar, Saleem, Ansar, dan Azeem, (2014) menjelaskan bahwa motivasi mendorong karyawan secara internal ke arah tindakan yang membantu mereka mencapai tujuan atau tugas khusus yang ditugaskan kepadanya.

Baca Juga:  Profesi Dosen Termotivasi Belajar Sepanjang Masa

Berdasarkan uraian tersebut, dapat difahami bahwa motivasi dalam bekerja adalah suatu dorongan, energi, penggerak yang memformat, mengarahkan, dan mempertahankan seseorang melakukan pekerjaan dan tugas-tugas lebih baik  yang menjadi tanggung jawabnya dalam mencapai tujuan organisasi. Seseorang yang memiliki motivasi tinggi dalam bekerja akan selalu berupaya meningkatkan kinerjanya semakin lebih baik lagi

 

Jenis Motivasi

 

Menurut Uno (2015), ada dua jenis motivasi dalam bekerja, yakni: 1)  motivasi instrinsik dan 2) motivasi ekstrinsik. Motivasi instrinsik adalah motivasi yang berasal dari internal seseorang. Hal ini dapat diketahui dari indikator-indikator sebagi berikut: (1) adanya tanggung jawab dalam melaksanakan tugas; (2) melaksanakan tugas dengan target yang jelas; (3) memiliki tujuan yang jelas dan menantang;  (4) adanya umpan balik atas hasil pekerjaannya; (5) memiliki perasaan senang dalam bekerja; dan (6) selalu berusaha untuk menggungguli orang lain.

Sedangkan dimensi motivasi eksternal merupakan motivasi yang datang dari luar diri seseorang. Indikasi adanya motivasi ekstrinsik adalah: (1) adanya dorongan selalu berusaha untuk memenuhi hidup dan kebutuhan kerjanya; (2) senang memperoleh pujian dari apa yang dikerjakan; (3) bekerja dengan harapan ingin memperoleh insentif; serta (4) bekerja dengan harapan ingin memperoleh perhatian dari teman dan atasan.

Kedua dimensi motivasi dalam bekerja beserta indikator-indikator yang ada di dalamnya, tentu sangat bermanfaat untuk membantu meningkatkan gairah dan semangat kerja para pegawai. Karena itu, bagi sebuah organisasi apa pun model dan bentuknya, adanya motivasi yang kuat dalam bekerja akan sangat mendukung dalam mencapai target, sasaran dan tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

Baca Juga:  OPINI: Rupiah Terpuruk, Bea Cukai Bantu Kuatkan

Semoga di masa pandemi Covid-19 yang masih terus berlangsung saat ini, kita mampu memberikan motivasi terbaik kepada para pegawai. Agar tetap bekerja dengan senang, semangat dan semakin bergairah. Walaupun dengan cara Work From Home (WFH). Sehingga target-target dan tujuan organisasi dapat dipertahankan dan diraih dengan sukses. Wallahu A’lam…

//Sekretaris Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan

 

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.