MRR Bisa Ancam Posisi Chaidir-Suhartina di Pilkada Maros

Diskusi publik dengan tema mencari penantang Chaidir Syam - Suhartina Bohari di Pilkada Maros yang berlangsung di Warkop Cappo, Makassar, Rabu 27 November 2019.
Top Ad

INIPASTI.COM, MAKASSAR, — Muhammad Ramli Rahim (MRR) dianggap sebagai salah satu calon kandidat yang berpotensi mengancam posisi aman pasangan calon kandidat Chaidir Syam-Suhartina Bohari di Pilkada Maros.

Peneliti sekaligus direktur riset Serum Institute, Ahmad Amiruddin mengatakan dari hasil survei lembaga Serum Institute elektabilitas calon kandidat Suhartina Bohari masih unggul dengan dukungan 19,5%.

Kemudian disusul Muhammad Ramli Rahim sebesar 16,25%, selanjutnya wakil Bupati Maros Harmil Matotorang 11,62%, lanjut Chaidir Syam 8% terus kemudian Patarai Amir 5,8%. Sementara Nurhasan 4,5%, Andi Najamuddin 3,25%, Hafid Pasha 2,5%.

“Yang menjadi menarik memang penerimaan publik disana (Maros) ini masih menjadi masih menjadi tantangan ke depan karena tingkat orang yang belum menentukan pilihan juga masih sangat tinggi dari survei 21,5%,” kata Ahmad Amiruddin usai diskusi dengan tema mencari penantang Chaidir-Suhartina di Pilkada Maros yang berlangsung di Warkop Cappo jalan Alauddin Makassar, berapa Rabu 27 November.

Baca Juga:  Demokrat Resmi Serahkan Rekomendasi Format KPU ke IYL-Cakka

Ia mengatakan dari hasil survei ini masih cukup besar masyarakat yang belum menentukan pilihan, sehingga jika ada calon kandidat berhasil meraih simpati masyarakat maka dia berpotensi memenangkan pertarungan di Pilkada.

Untuk pelaksanaan survei tersebut, kata dia, berlangsung 20-28 Oktober 2019, dengan sebaran 800 responden di semua kecamatan, dengan metode random sampling (acak), margin eror 5%. Sementara yang belum menentukan pilihan masih diatas 21,5 %.

Sementara itu, pengamat politik Universitas Bosowa Arif Wicaksono mengatakan Suhartina yang telah berpasangan dengan Chaidir Syam saat ini masih cukup kuat di Pilkada Maros.

Namun pasangan ini harus memperhitungkan Muhammad Ramli Rahim sebagai pendatang baru yang dianggap sebagai kuda hitam di Pilkada Maros.

Baca Juga:  Direktur Jenggala Center Singgung Kemenangan Caleg 'Oplosan' di Pileg 2019

Apalagi Chaidir Syam dan Suhartina memiliki kelemahan karena keduanya berasal dari komunitas kepartaian yang sama, sehingga potensi untuk meraih suara dari tempat lain itu kemudian menjadi teredupsi lebih kecil.

“Ini yang jadi tantangan terbesarnya, tokoh atau figur yang punya potensi untuk mengambil peluang itu ada pada orang-orang yang cukup bagus karena sekarang tidak ada incumbent,” ucapnya.

Lanjut Arif Wicaksono sementara Ramli Rahim, bukan orang yang baru di Maros karena sebelumnya ia pernah menjabat ketua Golkar Maros.

“Meskipun sudah tidak bergolkar tapi saya yakin jaringannya masih ada apalagi Golkar sudah menduduki tempat yang teratas menggeser PAN di DPRD Maros, ini pasti miliki pengaruh,” paparnya.

Baca Juga:  PMC Sosialisasikan IYL-Cakka di "Udara"

(Muh. Seilessy)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.