Novianus Patanduk Minta Kebijakan PDIP Jelang Pelantikan DPRD Sulsel

Anggota DPRD Sulsel terpilih Novianus Patanduk.
Top Ad

INIPASTI.COM, MAKASSAR, — Anggota DPRD Sulsel terpilih Novianus YL Patanduk mengikuti gladih bersih pelantikan 85 legislator terpilih di gedung DPRD Minggu 22 September 2019.

Novianus mengatakan meskipun dirinya masih dipersoalkan karena dipecat PDIP Sulsel. Namun ia masih diberi kesempatan menghadiri undangan gladih bersih.

“Saya berharap tetap bahwa PDIP memberikan saya ruang dan waktu untuk tetap bisa menjalankan amanah yang diberikan oleh rakyat kepada saya,” kata Novianus di Gedung DPRD Sulsel.

Ia berharap pimpinan PDIP di Sulsel maupun di DPP bisa menanggapi hal ini sesuai dengan aturan. Ia pun berharap kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk meninjau kembali SK pemberhentiannya dari partai.

Baca Juga:  NasDem Kerahkan Kader Militan "Ganggu" Basis NA dan IYL

“Saya berharap kepada ibu ketua dan jajaran pengurus pusat agar bisa melihat kembali SK pemberhentian saya,” ucapnya.

Pemecatan Novianus di PDIP ini terkait dengan penggelapan dana saksi atau dana gotong royong PDIP Sulsel sebesar Rp 20 Juta pada Pemilu 17 April 2019 lalu.

Atas alasan inilah PDIP Sulsel melakukan pemecatan dengan menyurat ke KPU Sulsel, Kemendagri, dan DPRD Sulsel untuk tidak melantik Novianus sebagai legislator terpilih dari Dapil Sulsel 2 atau Makassar B.

PDIP kemudian mengusulkan nama Risfayanti Muin peraih suara terbanyak setelah Nuvianus di Dapil yang sama.

Baca Juga:  Setelah Kunjungan ke Palopo dan Lutra, RMS Bagi Sembako di Lutim

Novianus mengakui menggelapkan dana saksi. Hanya saja dia ingin mengembalikan dana tersebut setelah Pemilu namun ditolak PDIP dengan alasan sudah melewati pemilu.

“Setelah pemilihan saya mencoba mencari dana kepada teman-teman meminjam ada dana terkumpul sedikit saya bisa berikan pada saat itu namun partai katakan saat itu sudah terlambat,” pungkasnya.

(Muh. Seilessy)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.