Nurdin Abdullah Ajak Sarjana Pulang Kampung

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah (NA) mengajak lulusan sarjana yang telah menempuh pendidikan di perguruan tinggi baik di dalam negeri atau pun di luar negeri untuk kembali membangun kampung halaman mereka di desa.

“Selesai pendidikan kembali ke kampung untuk membangun sektor pertanian, perikanan dan peternakan serta mendorong sektor pariwisata sebagai sektor destinasi. Ini sebuah tantangan bagi kita, saya percaya anak-anak ku sekalian,” kata Nurdin Abdullah saat menjadi Keynote Speaker di Universitas Hasanuddin, Selasa (23/4).

Tantangan Pemerintah Sulsel sendiri adalah bagaimana mensejaterahkan petani dan nelayannya dengan dengan potensi besar yang telah dimiliki.

Baca Juga:  KI Pusat Ingatkan Aspek Ini Dalam Seleksi Komisioner di Daerah

“Kita punya pulau-pulau yang begitu luas di negara kita, negara kepulauan yang luar biasa, semua kita punya, tetapi kemiskinan masih ada di pesisir, ini tantangan kita,” sebutnya.

Salah satu upaya yang dilakukan agar disparitas harga antara petani dan pedagang tidak besar. Minimal harga di tingkat petani tidak jauh beda dengan harga di tingkat pedagang.

Para lulusan ini juga didorong untuk dapat mengambil kesempatan dengan berlibur sambil bekerja di Australia, sekaligus transfer ilmu dari pengalaman mereka yang dapat diterapkan ketika kembali ke Sulsel.

Dijelaskan oleh NA, saat ini Provinsi Sulsel sedang membangun kerjasama dengan Australia dengan sebuah program berlibur sambil bekerja. Tahun ini kerjasama dengan pemerintah ini dengan kuota 1.000 orang dan dapat lebih dikembangkan.

Baca Juga:  Ulang Tahun Ke-55, Nurdin Abdullah Dapat Kado Istimewa

“Itu bukan mencari duit tetapi membangun wawasan kita,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan, bahwa kaum milenial ini akan mengambil estafet kepemimpinan bangsa. NA menyebutkan, tahun 2045, diprediksi Indonesia akan masuk sebagai negara terkuat ke enam dunia.

“Tentu pertanyaanya apakah kita sudah siap menghadapi tahun 2045?,” pungkasnya.

(Muh. Seilessy)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.