Pancasila sebagai Pedoman dalam Penanggulangan Bencana

INIPASTI.COM, Covid-19 yang tak kunjung berakhir, ditambah lagi tahun 2021 ini makin banyak bencana yang terjadi, misalnya gempa bumi yang berkekuatan 6,2 M di Sulawesi Barat atau banjir yang melanda Kalimantan Selatan menambah deret bencana yang menimpa bangsa Indonesia.

Mengutip Iaporan yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tanggal 3 September 2020, tercatat 1.944 bencana alam yang terjadi di Indonesia.

Inline Ad

”Kita akan dapat mengatasi Pandemi COVID-19 apabila kita dapat mengejawantahkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila,” kata Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) Letnan Jenderal (Purn.) Agus Widjojo dalam Konferensi Pers Gugus Tugas Penanganan COVID-19, Senin, 1 Juni 2020.

Sementara itu Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan ldeologi Pancasila (BPIP) Romo Benny Susetyo mengatakan, Pancasila dengan niai-nilai keagamaan, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan, dan keadilan sosial menjadi modal besar dalam menghadapi penyebaran Covid-19. Nilai kemanusiaan dan semangat gotong royong. Tidak hanya saat melawan Covid-19, tetapi juga dalam melawan berbagai bencana.

Baca Juga:  Dinas ESDM Sulsel Optimis Rampungkan RUED 

”Kita bisa melihat gerakan gotong royong di semua lapisan bangsa. Ini membuktikan bahwa jiwa dan roh Pancasila telah diaplikasikan dalam cara berpikir, bertindak, berelasi anak bangsa, dan mewujudkan nilai kemanusian dan solidaritas,” kata Romo Benny dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (5/6/2020).

Dikatakan bahwa, Pancasila menjadi dasar dalam penanggulangan bencana karena dari Pancasila kita bisa menerapkan poin yang penting seperti dalam sila ke-3 “Persatuan lndonesia” di mana banyaknya bantuan dari segala penjuru Indonesia untuk korban gempa bumi dan banjir yang terjadi. Atau sila ke-5 “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” yaitu pemerintah yang mengerahkan segala macam sumber daya untuk membantu korban Covid-19 dan bencana.

Baca Juga:  TKN Laporkan Dugaan Kecurangan Pemilu di Luar Negeri ke Bawaslu

Dalam hal ini kita juga harus mengingat bahwa semboyan negara kita adalah Bhineka Tunggal Ika yang bermakna ”Berbeda-beda tetapi tetap satu”, jadi walaupun kita berbeda suku dan ras kita akan tetap membantu satu sama lain dalam keadaan susah dan senang.

Pancasila memberikan penyadaran spiritual bagi kita, menumbuhkan nilai empati, tenggang rasa dan cinta bagi sesama, menjadi perekat bagi persatuan bangsa Indonesia, menjadi penyejuk dalam kita bernegara dan bermasyarakat, dan memberikan keadilan sosial serta kesejahteraan dalam berkehidupan bernegara. Pungkas Romo.

//Laporan: Muh Khadavy, Mahasiswa IT Telkom Purwokerto

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.