Pandemi Covid-19, dr Arif Ajak Masyarakat Patuhi Prokes dan Tak Takut ke RS

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Sejak Pandemi Covid-19, yang mana lonjakan kasus terus saja bertambah setiap harinya. Bahkan beberapa hari terakhir, penambahannya cukup signifikan.

Inline Ad

Setelah sempat menembus ke angka 6.267 kasus positif. Hari ini, kasus terkonfirmasi ada 4.617 yang positif dari keseluruhan 34 Provinsi se Indonesia.

Khusus Sulsel, dari Dinas Kesehatan, data yang diperoleh per tanggal 30 ada 121 kasus terkonfirmasi, sedangkan 29 November jumlah kasus tercatat 123 positif.

Tak dapat dipungkiri, banyaknya masyarakat terpapar virus Covid-19, kemudian adanya stigma terbentuk jika berobat ke rumah sakit maka bisa di masukkan dalam kategori pasien covid-19 sehingga menjadi ketakutan tersendiri di masyarakat sehingga enggan ke RS berobat.

dr.Arif Santoso,SpP(K),PhD,FAPSR meminta masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, mengingat virus Covid-19 yang ada saat ini masih belum berfluktuatif.

Ia mengakui, sejauh ini penerapan  protokol kesehatan masih sangat kurang, banyak distorsi informasi sampai ke masyarakat. Tidak ada edukasi yang baik, sehingga pemahaman ke masyarakat tentang protokol kesehatan menterjemahkan masing-masing

Baca Juga:  Atasi Pak Ogah, BPTD Wilayah XIX Sulselbar Bentuk Tim

“Akhirnya apa, tidak menjalankan protokol kesehatan sudah biasa,akhirnya yang survey tetap  bertahan, yang tidak survey akan sakit, kemudian kritis dan yang kritis jika tidak siap maka kalah dan akan menyerah,”tegas Arif

Untuk itu, Arif meminta agar masyarakat benar-benar tegas terhadap protokol kesehatan itu dengan baik. Menjaga kebersihan hindari kerumumanan, kalau tidak ada hal penting dalam beraktifitas  di rumah lebih baik.

“Silahkan toko buka, dan kegiatan lain tapi protokol kesehatan dijalankan dengan benar,” terangnya

Selain itu, dr Arif mengungkapkan agar masyarakat jangan takut ke rumah sakit untuk berobat ketika sedang sakit. “Jangan takut ke rumah sakit,  karena ada hal baru di RS, yaitu bagaimana menyeleksi pasien covid, memisahkan bukan untuk mengcovidkan tapi semua itu untuk kepentingan pasien itu sendiri. Karena kalau Anda sakit, kemudian tidak mau swab, diperiksa  maka anda punya resiko untuk di rawat bersama dengan orang-orang yang sama, dengan mainsetnya positif,” terangnya

Baca Juga:  Syaharuddin Alrif Lepas 285 JCH Kloter 4 Asal Sidrap

Jangan sampai, dr Arif menambahkan karena protokol pemeriksaan diawal dalam hal ini screening tidak di jalankan kemudian tidak ada swab, pemeriksaan awal tidak dilakukan, ” orang sakit masuk di campur, kita tidak tahu mana positif dan negatif maka peluang terpapar bisa saja terjadi, jadi ini bukan kepentingan rumah sakit. Tapi untuk menyelematkan orang-orang sakit bukan mengcovidkan pasien,” jelasnya.

Untuk itu, dr Arif mengajak masyarakat untuk tidak takut ke rumah sakit, tetap menjalankan kegiatan tapi tetap dengan protokol kesehatan, tidak takut ke rumah sakit, tidak takut di swab.

“Jika postif segera berobat, tidak masalah dengan kasus banyak, yang masalah adalah menghindari kematiannya menghindari kritis yang utama. Kalau positif dia berobat insya allah akan sembuh” terangnya.

Baca Juga:  Nurdin Abdullah Jadi Sumber Buku Acuan Demokrasi yang Dibuat Watimpres

(Iin Nurfahraeni)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.