Parpol Khawatir Intervensi Kepala Daerah di Pemilu 2019

Ketua Demokrat Sulsel, Ni'matullah.

INIPASTI.COM, MAKASSAR, – Intervensi kepala daerah saat Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang menjadi perhatian segelintir Partai Politik (Parpol) di Sulsel.

Ketua DPD Demokrat Sulsel, Ni’matullah Erbe menyebut, jika salah satu fenomena yang bisa terjadi ketika Pemilu berlangsung adalah keterlibatan aktif kepala daerah mengkampanyekan peserta Pemilu. Menurut dia, intervensi kepala daerah memberikan dampak yang cukup besar dan berbahaya.

Inline Ad

“Yang besar efeknya itu, yang media harus awasi dan laporkan secara baik adalah intervensi kekuasaan. Itu yang rawan. Bisa dalam bentuk institusional, bisa dalam bentuk lain,” terang Ni’matullah saat ditemui di gedung DPRD Sulsel Jalan Urip Sumoharjo, Rabu (26/12).

Ni’matullah meminta pengawasan terhadap kemungkinan keterlibatan kepala-kepala daerah, atau unsur lain yang semestinya netral saat Pemilu. Jangan sampai kata dia, mereka terlibat aktif kampanye, baik dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) hingga Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden.

Baca Juga:  Hadir di Parepare, Anis Matta Didampingi Sejumlah Kepala Daerah

Apalagi, sambung Ni’matullah jika sampai kepala daerah yang melibatkan unsur RT/RW untuk hadir dalam sebuah kegiatan kampanye. Jika itu sampai dilakukan, menurutnya itu adalah pelanggaran etika. Makanya, ia meminta unsur penyelenggara melakukan pengawasan.

“KPU dan Bawaslu harus lebih tegas dalam soal-soal itu. Yah, kita nda’ mau hasil Pemilu ini sedemikian buruk tidak merepresentasikan masyarakat, apa yang diharapkan rakyat. Tujuan Pemilu itu bagaimana mendapatkan hasil yang diinginkan rakyat,” pungkas wakil ketua DPRD Sulsel ini.

Sementara itu, ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi menyebutkan, jika kekhawatiran terhadap adanya intervensi kepala daerah memang ada. Walaupun sifatnya hanya relatif. Sebab, hampir setiap Pemilu sudah kerap terjadi.

“Kalau dari pengalaman-pengalaman kemarin, memang sih ada saya lihat. Tidak bisa dipungkiri itu. Karena namanya Pemilu kan, pasti sangat terkait dengan kekuasaan. Jadi pengaruh itu pasti ada. Tapi kekhawatiran, relatif sih,” terang Kahfi.

Baca Juga:  RMS Tegaskan NasDem Tak Usung Incumbent di Pilkada Lutra

Makanya, penyelenggara Pemilu sekarang ini harus benar-benar menjaga independensi. Jika penyelenggara bisa menjaga independensinya, Kahfi yakin Pemilu yang sehat dan cerdas bisa tercipta. Ia berharap, penyelenggara bisa terhindar dari intervensi pihak manapun.

“Yang terpenting sekarang, bagaimana penyelenggara Pemilu itu betul-betul bisa menjaga independensi. Jadi, sekarang kuncinya di penyelenggara Pemilu. Kita sangat berharap bahwa proses demokrasi yang sehat dan cerdas, yang berpengaruh adalah penyelenggara,” papar wakil ketua DPRD Sulsel ini.

Di sisi lain, menurut Kahfi, semuanya dikembalikan ke peserta Pemilu baik Caleg maupun Parpol sendiri. Jika peserta Pemilu melakukan kerja politik yang bagus, dan memberikan manfaat yang dibisa dirasakan masyarakat, tak perlu ada kekhawatiran.

Baca Juga:  NasDem Makassar Salurkan Bantuan ke Korban Banjir

(Muh. Seilessy)

Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.