Peluncuran Buku Hak Angket, “Daftar Dosa” Nurdin Abdullah Diungkit Kembali

Peluncuran buku hak angket kawal demokrasi di Red Corner Makassar, senin 13 Januari.

INIPASTI.COM, MAKASSAR, — Buku berjudul Hak Angket Kawal Demokrasi dibedah oleh sejumlah pakar di Makassar. Dalam diskusi ini dengan melibatkan sejumlah tokoh termasuk inisiator hak angket mantan legislator Sulsel Kadir Halid.

Dalam buku 188 halaman ini mengungkit alasan digunakan hak angket terhadap Nurdin Abdullah serta semua “daftar dosa” yang dilakukan mantan Bupati Bantaeng dua periode itu.

Inline Ad

Penulis Buku Rusman M mengungkapkan alasan buku hak angket ini ditulis bukan kebencian secara pribadi kepada Nurdin Abdullah karena sebelumnya dia juga menulis buku keberhasilan Nurdin Abdullah selama memimpin Bantaeng 10 tahun.

“Saya tidak punya kebencian terhadap siapa pun, karena saya juga tulis buku tentang kesuksesan Nurdin Abdullah di Bantaeng,” kata Rusman sambil menunjuk buku tentang kesuksesan Nurdin Abdullah.

Baca Juga:  Pemprov Sulsel Jajaki Kerjasama dengan Australia

Mantan Ketua Pansus hak angket, Kadir Halid mengapresiasi buku yang ditulis oleh Rusman karena memuat sejumlah peristiwa yang direkam saat peristiwa hak angket.

“Saya berencana akan membuat buku lagi dengan judul fakta dan data hak angket,” kata Kadir Halid.

Mantan anggota Pansus hak angket, Wawan Mattaliu mengatakan selama hak angket berjalan begitu banyak kekeliruan yang terungkap yang dilakukan oleh Pemprov Sulsel.

Seperti pimpinan perusda yang dipimpin oleh Taufik Fachruddin telah melanggar aturan karena masih memiliki hubungan saudara dengan istri Nurdin Abdullah, Liesty F Nurdin. Hal ini pun telah diberitahu kepada gubernur Nurdin Abdullah, namun sampai saat ini belum digantikan.

Baca Juga:  Pegawai Kemenkeu Dipastikan Turut Dalam Pesawat Lion Air

“Jangan melihat hak angket sebagai orang yang ingin membalas dendam di DPRD, ini hak DPR untuk melakukan pengawasan,” ujar Wawan.

Sekadar informasi diskusi ini berlangsung di Red Corner Makassar, Senin 13 Januari. Narasmber yang hadir beberapa pakar dan tim ahli DPRD yang ikut selama proses hak angket diantaranya Majid Sallatu, Prof Aminuddin Ilmar, Hasrullah dan mantan anggota DPRD Armin Mustamin Toputuri. Serta moderator dipimpin Moch Hasimy Ibrahim.

(Muh. Seilessy)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.