Pembelajaran Daring Diperpanjang, Kadisdik Minta Guru Aktif Sosialiasi Protokol Kesehatan

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, telah memastikan akan memperpanjang proses belajar mengajar dengan metode daring, setelah kasus positif Covid-19 sampai saat ini masih terus mengalami peningakatan.

Inline Ad

Kepala Dinas Pendidikan, Prof Muhammad Jufri mengungkapkan sampai saat ini, proses belajar masih dilakukan secara daring. Walaupun begitu setiap guru diminta aktif terus melakukan sosialiasi protokol kesehatan.

“Jadi sebelum mulai mengajar, mereka sosialiasi pentingnya protokol kesehatan memakai masker, Guru dan Siswa disiplin untuk tetap memakai masker,” kata Jufri, Selasa (15/9)

Menurutnya, setelah mengikuti rapat tentang penanganan covid-19,  dirinya langsung membuat imbauan sebagai langkah konkrit untuk pencegahan di lingkungan sekolah. Salah satunya, tadi soal aktif sosialiasi protokol kesehatan.

Kemudian, Jufri menyebutkan langkah selanjutnya adalah melakukan edukasi secara terus menerus tentang protokol Kesehatan jadi edukasi bisa dilakukan ketika memulai pembelajaran dan mengakhiri proses pembelajaran daring.

Baca Juga:  Nurdin Abdullah Terus Permudah Izin Investasi

“Guru- guru sebelum pembelajaran melalui via daring,  harus mengingat kan kembali pada siswa yang belajar untuk disiplin menjalankan protokol Kesehatan itu edukasi yang kita terapkan dalam pendidikan,” Imbuhnya.

Selanjutnya, Jufri mengungkapkan mengingatkan mereka agar dapat
meningkatkan imunitas tubuh dan aktif berolahraga dan nutrisi yang menjaga stabilitas tubuh, “3 poin inilah yang kami imbau kepada  seluruh cabang dinas untuk di sosialisasikan ke seluruh sekolah sekolah SMA dan SMK yang ada di wilayah Sulawesi Selatan,” sebutnya.

Terkait pembelajaran, Jufri menambahkan sampai saat ini belum ada sekolah yang mengajukan untuk melaksanakan secara tatap muka. Hal ini karena kasus Covid-19 masih fluktuatif, masih ada daerah masuk zona merah.

Baca Juga:  Lirik Potensi Sulsel, Koperasi Ben Makmur Audiensi Gubernur Sulsel

Ia mencontohkan kasus yang terjadi di Lutra, dimana para siswa melakukan aksi demo,  terkait tuntutan siswa untuk melanjutkan pembelajaran karena jenuh berada di rumah dan pembelajaran daring itu kurang efektif, yang terjadi muncul kasus salah satu siswa ditemukam terindikasi covid-19.

“Makanya sampai saat ini, pembelajaran masih dilakukan daring. Saya juga sudah beberapa kali mengucapkan bahwa pak gubernur itu membuka ruang bagi sekolah yang merasa telah Mampu menunjukkan atau melakukan 13 item dari kebijakan atau keputusan bersama tentang protokol Kesehatan sekolah yang tatap muka jika itu bisa di penuhi,” terangnya.

(Iin Nurfahraeni)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.