Pemerintah Genjot Sektor UMKM dan Daya Beli Publik Ditengah Pandemi

JAKARTA, INIPASTI.COM, — Upaya pemerintah memberikan stimulus berupa paket kebijakan yang memudahkan dan merangsang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar bisa bertahan di tengah pandemi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat.

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM, Eddy Satriya menyampaikan dari beberapa survei, terlihat adanya pemulihan ekonomi terutama setelah digelontorkan Bantuan
Presiden Produktif Usaha Mikro 2020 lalu.

Inline Ad

“Bantuan tersebut membuat usaha mikro mendapat tambahan modal untuk berusaha. Perbaikan juga terjadi di sisi daya beli masyarakat melalui beberapa paket kebijakan pemerintah,” paparnya dalam Dialog Produktif bertema “Menuju
Sembuh, Ekonomi Tumbuh” yang diselenggarakan KPCPEN dan disiarkan FMB9ID_IKP, Rabu 24 Maret 2021.

Sementara itu, Pengamat Ekonomi, Piter Abdullah menyebutkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai positif tidak hanya dari satu sudut pandang saja.

“Tetapi kita menilai sejauh apa program-program pemerintah mampu meningkatkan ketahanan masyarakat dan ketahanan dunia usaha,” terangnya.

Baca Juga:  1000 Tenaga Kerja Baru di Makassar Akan Disertifikasi

Piter Abdullah juga menyarankan agar semua elemen masyarakat perlu saling bergotong royong untuk mencapai kondisi yang ideal bagi pertumbuhan ekonomi.

“Kita sepakat memang pemerintah merespon pandemi ini dengan kebijakan yang baik. Kalau kita lihat, semua bahu-
membahu menghadapi dampak pandemi ini,” ujarnya.

Hal yang sama disampaikan Financial Planner, Aidil Akbar yang juga hadir dalam kesempatan tersebut menambahkan, strategi pemerintah dalam pemulihan ekonomi sudah baik, ini suatu terobosan khususnya bagi Kementerian Koperasi dan UMKM.

“Memang kita perlu untuk mendongkrak daya beli masyarakat. Selain itu, pandemi juga memang meningkatkan persentase pelaku usaha mikro baru, yang karena kondisi membuat seseorang menjadi berusaha di masa pandemi,” terangnya.

Aidil berpandangan, upaya menggenjot konsumsi masyarakat kelas menengah Indonesia perlu didukung oleh pemenuhan faktor keamanan.

Baca Juga:  NA Sebut Faktor Ini Penyebab Pertumbuhan Positif Ekonomi Stabil

“Kondisi saat ini masih banyak kelompok
masyarakat kelas menengah ke atas yang menahan konsumsi karena dua hal, belum merasa aman secara kesehatan maupun secara finansial,” terang Aidil Akbar.

Dari sisi pemerintah, Eddy Satriya menyampaikan komitmen mendukung UMKM berjuang di masa pandemi. Bahkan telah menjadi kebijakan pemerintah, terutama Kemenkop UMKM untuk mendukung secara menyeluruh, agar pemberdayaan, kemudahan, dan perlindungan usaha bagi
UMKM terlaksana secara baik dalam koridor perundang-undangan dan paket kebijakan strategis.

“Kita akan memberikan peluang untuk Bantuan Langsung Tunai UMKM akan menerima pendaftar lama dan pendaftar baru. Karena diharapkan mereka bisa meneruskan usaha mereka,” pungkasnya.

“Kita usahakan tetap memaksimalkan bantuan-bantuan yang ditujukan UMKM agar cepat pencairannya. Kita perlu mentransformasi usaha-usaha informal masyarakat menjadi usaha formal. Karena inilah yang akan membuka lapangan usaha baru dan menciptakan permintaan,” tutupnya.

Baca Juga:  P3DA X Lemhannas, Adnan IYL Angkat Isu Ekonomi Daerah Perspektif Kebangsaan

(Muh. Seilessy)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.