Site icon Inipasti

Pemprov Sulsel Berencana  Tambah Layanan Listrik di Pulau Lae-lae

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, berencana menambah jam pelayanan listrik yang diperuntukkan untuk di Pulau Lae-lae, setelah melakukan beberapa kali rapat bersama.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulsel telah melakukan rapat beberapa kali, terkait pasokan listrik  yang diperuntukkan di Pulau Lae-lae kota Makassar. Ada dua perencanaan saat itu, yaitu melalui
saluran udara tegangan menengah (STUM) atau saluran kabel bawah laut tegangan menengah (SKBLTM).

Pelaksana tugas Kepala Dinas Energi  Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulsel Andi Bakti Haruni, mengatakan dari hasil rapat lanjutan maka, diputuskan pelayanan ditambah.

“Yang diinginkan ini, penambahan jam pelayanan 24 jam. Saat inikan baru 12 jam pelayanan, kami ingin meningkatkan pelayanan, dengan sistem paling efektif dan efisien,” kata Andi Bakti, Kamis (30/6) pada inipasti.com.

Ia menjelaskan, dari dua opsi yang diajukan yaitu melalui
saluran udara tegangan menengah (STUM) atau saluran kabel bawah laut tegangan menengah (SKBLTM),

“Kalau menggunakan kabel atas akan menganggu pemandangan, sedangkan kalau kabel bawah laut perizinan terlalu ribet, dan butuh waktu sehingga ini harus menyesuaikan jabatan pak Gubernur, (Andi Sudirman Sulaiman. red)” ujar Andi Bakti.

Bakti menambahkan, nantinya peningkatan pelayanan dilakukan secara bertahap ,dari 12 jam ke 14 Jam , dan seterusnya. Nanti akan dipelajari mesinnya,  apa yang perlu di tambah, apakah di tambah bahan bakar, atau di upgrade.

Sementara itu, Lurah Pulau Lae-Lae Makassar, Muh Said mengatakan, Masyarakat sangat berharap penambahan pasokan listrik dapat segera terealisasi, karena sampai saat ini pelayanan 12 jam.

“Jika sudah lewat, menggunakan genset seperti di kantor Lurah. Tentu ini akan sangat membantu masyarakat, dengan penambahan jam pelayanan apalagi yang membuka usaha,” sebut Said.

Sejauh ini, Said menyebutkan rencana diawal akan menarik kabel bawah laut dimulai dari Kawasan Center Point of Indonesia, jaraknya sekitar 700 meter ada juga melalui kabel atas, dan itu survey terakhir di Maret lalu.

“Kami harap, penambahan layananan dapat terlaksana karena dampaknya sangat baik buat masyarakat,” terangnya.

(Iin Nurfahraeni)

Exit mobile version