Pemprov Sulsel Usulkan Event Pariwisata ke Kemenpar

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan Denny Irawan (Istimewa)

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata telah mengusulkan sejumlah kalender event ke Kementerian Pariwisata pekan lalu.

Dari 35 usulan yang berasal dari Kabupaten dan Kota, menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Denny Irawan mengaku ada 14 besar yang diusulkan semuanya itu sesuai dengan persyaratan dari Kementerian.

Inline Ad

Ia menjelaskan usulan kegiatan kalender ini,semua inikan dari kabupaten dan kota makanya ada 35 event kegiatan. Setelah itu, kemudian diseleksi lagi tersisa 14 besar, yang dipersentasikan ada 5 besar diusulkan masuk dalam kalender event tersebut.

Denny menyebutkan ada beberapa yang diusulkan dalam pertemuan tersebut, seperti Beautifull Malino di Kabupaten Gowa, Kemudian Toraja Internasional Festival dj Toraja, Festival Phinis di Bulukumba, dan Festival Takabonerate di Selayar, dan Salo Karajae di Parepare

“Persyaratan dari Kementerian Parwisata yaitu diadakan tiga kali secara berkesinambungan, komitmen dari kepala daerah, Bupati dan Wali Kotaterhadap pelaksanaan event tersebut. Inikan tidak bisa berjalan tanpa dukungan dari Pemerintah setempat,kunjungan wisatawan baik domestik dan mancanegara, kemudian perputaran uang dan sebagainya” kata Denny melalui sambungan telp, Kamis (10/10).

Ia menambahkan, usulan kegiatan yang masuk ke Kementerian ini sudah melalui proses, jadi Kabupaten dan Kota diminta memasukkan untuk kalender event tahunan, dengan format dan isian yang sudah ada tentunya dengan persyaratan dari Kemenpar. Di Sulsel dari 11 daerah ada 35 kegiatan yang masuk kemudian diusulkan diseleksi sekitar 14 yang memenuhi syarat-syarat yang disampaikan oleh pusat.

“Yang jelas itu, kegiatannya dihadiri oleh Pak Gubernur (Nurdin Abdullah, red). Inikan yang penting adalah komitmen dari Pemerintah daerah terkait keberlanjutan dari event tersebut,”tegas Denny.

Namun, dari beberapa event tersebut diakui oleh Denny, bahwa ada event yang tidak diusulkan karena tidak memenuhi persyaratan dan ini dievaluasi oleh Kementerian Pariwisata. Diantaranya, F8 dilaksanakan di kota Makassar, kemudian juga Lovely Toraja yang berganti Toraja.

“Kemenpar memberikan beberapa catatan, termasuk F8 inikan tidak masuk karena dianggap kepala daerahnya tidak komitmen dalam pelaksanaan eventnya, dan kemenpar sangat menyayangkan ini karena event ini sangat bagus,” ungkap Denny.

Sedangkan di Toraja, Ia mengaku mengusulkan Toraja Internasional Festival (TIF), “Kami ajukan karena itukan sudah beberapa kali dilaksanakan seperti itu. TIF inikan memang diharapkan semua komponen terlibat di dalam agenda kegiatan itu jadi bukan cuman pemerintah yang paling penting itu komitmen pemerintah daerah dan stakeholder juga dibutuhkan, ” paparnya.

(Iin Nurfahraeni)

Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.