Pemprov Usulkan Beli Helikopter, Rangga: UNBK Lebih Butuh Biaya Besar

Plt ketua Golkar Takalar, Fachruddin Rangga.
Top Ad

INIPASTI.COM, MAKASSAR, — Wakil ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulsel, Fachruddin Rangga menilai usulan pengadaan helikopter oleh Pemprov Sulsel dinilai hanya menghabiskan anggaran.

Hal ini sebab masih banyak sektor yang membutuhkan anggaran terutama skala prioritas seperti anggaran pendidikan dan kesehatan.

Rangga menyebutkan pembelian helikopter akan menghabiskan banyak anggaran. Sebab akan ada banyak biaya yang akan dikeluarkan seperti biaya operasional, perawatan, dan gaji pilot itu sendiri.

Kata Rangga, pemerintah seharusnya konsen kepada dua hal yang diperintahkan oleh UU yang harus diprioritaskan dalam pengusulan anggaran yakni pendidikan dan kesehatan.

“Tidak dalam waktu lama lagi SMA/SMK akan ujian ikuti Ujian Nasional Berbasis komputer (UNBK) itu akan membutuhkan biaya begitu besar,” kata Rangga memberi saran.

Baca Juga:  Wali Kota Jambi Tertarik Program Pemkot Makassar

Ia berharap anggaran yang diusulkan untuk untuk hal-hal yang tidak priotitas seperti pembelian helikopter bisa dialihkan untuk kelengkapan persiapan UMBK nanti.

“Menurut pandangan kami itu tidak priotitas dan itu belum menjadi kebutuhan yang mendesak kenapa itu harus dilakukan?,” ujarnya.

Politisi Golkar Sulsel ini menuturkan untuk sektor pendidikan masih membutuh anggaran Rp200 miliar untuk memenuhi kuota kelengkapan murid yang melaksanakan ujian UNBK.

Ia menambahkan kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo selama 10 tahun hanya menyewa helikopter jika dibutuhkan. Sehingga lebih menghemat anggaran.

Baca Juga:  Pagi-pagi, Rujab Walikota Didatangi Ratusan Warga

“Sekali lagi kita tidak dalam konteks melarang tetapi dalam konteks mengingatkan ada kebutuhan yang wajib harus terpenuhi karena wajib dia harus skala prioritas,” pungkasnya.

Rangga meminta Nurdin Abdullah untuk mempertimbangkan usulan pembelian helikopter sehingga tidak bernasib sama seperti ambulans laut yang tidak terawat dengan baik.

“Nah hal-hal seperti itu yang harus dipertimbangkan jangan sampai helikopter akan menjadi sebuah barang yang menjadi nasibnya akan sama seperti ambulans laut,” ucapnya.

(Muh. Seilessy)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.